BIJAK ONLINE (Padang Pariaman)— Masyarakat Kecamatan  Padang Sago,  berebut minta berfoto bersama putra daerahnya, Asman Abnur yang sekarang menjabat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI (Menpan RB), ketika peletakan batu pertaman pembangunan Jembatan Lubuk Tano, Jum’at (28/4/2017).

Terlihat dari wajah Asman Abnur rasa haru saat melangkahkan kaki ke kampung halamannya di Padang Sago, Kabupaten Padang Pariaman. Karena jembatan Lubuk Tano ini sudah sejak lama di dambakan untuk ditingkatkan dari Jembatan Rajang (gantung) untuk menjadi Jembatan Permanen, ketika beliau masih sekolah SD, SMP di Padang Sago, sudah ada permintaan ke Pemerintah Padang Pariaman.

Kehadirannya disambut ribuan masyarakat yang telah menunggunya untuk silaturahmi sekaligus “Sambil mencilam minum air”, sambil bertuga peletakkan batu pertama Pembangunan Jembatan Lubuk Tano Buluh Kasok, Nagari Koto Baru, Kec. Padang Sago, dapat berjumpa dengan “ugang kampuang”.

"Saya terharu hadir di tengah-tengah masyarakat di tanah kelahiran di Padang Sago, yang puluhan tahun ditinggal merantau," kata Asman Abnur.

Mantan Anggota DPR RI itu mengaku bangga dengan percepatan pembangunan infrastruktur pasca gempa 2009 yang lalu. Jalan sudah mulus, irigasi direhab total, jembatan dibangun kembali dan fasilitas umum lainnya. 

Terkait pembangunan jembatan Buluh Kasok, Menpan Asman Abnur mengaku telah direncanakan Bupati Ali Mukhni sejak beberapa tahun lalu. Namun karena keterbatasan dana, baru bisa terealisasi pada tahun 2017 ini.  "Saya tau Bupati selalu memikirkan jembatan ini, Alhamdulillah, tahun ini mulai dibangun," kata mantan Wakil Walikota Batam itu.

Ia berharap setelah jembatan selesai, masyarakat dapat membawa hasil tani dan kebun menggunakan mobil truk sehingga lebih efisien. 

Wagub Sumbar Nasrul Abit dalam sambutannya juga apresiasi kinerja Bupati Ali Mukhni yang fokus pada pembangunan fisik yang menyentuh masyarakat. Ini bukti bahwa APBD Padang Pariaman pro rakyat. "Saya yakin pembangunan jembatan ini akan memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat," ujar mantan Bupati Pesisir Selatan itu. 

Sementara Bupati Ali Mukhni menjelaskan jembatan Buluh Kasok menghubungkan dua kecamatan yaitu Kec. Padang Sago dan Kec. VII Koto. Adanya jembatan ini akan memperpendek jarak sekitar 20 km. Karena sebelumnya, masyarakat VII Koto mesti menuju Kota Pariaman jika ingin ke Padang Sago atau sebaliknya. 

Peraih Satya Lencana Pembangunan ini mengatakan jembatan Buluh Kasok direncanakan sejak ia menjabat Wakil Bupati Periode 2005-2010. Berbagai upaya telah dilakukan mulai dari proposal hingga pengajuan Dana Alokasi Khusus (DAK).  "Terealisasinya pembangunan jembatan ini karena doa dan dukungan masyarakat ranah dan rantau," katanya.

Plt. Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Budi Mulya mengatakan Pembangunan Jembatan Buluh Kasok dianggarkan sebesar Rp. 6.170.129.000 untuk tahap pertama. Adapun pekerjaan dengan nomor kontrak 040/SP-DPUPR/IV-2017 dengan kontraktor pelaksana PT. Amar Permata Indonesia dan Konsultasn Pengawas CV. Entrance Consultant. 

Sedangkan waktu pekerjaan dimulai pada tanggal 20 April hingga 16 September atau 150 hari kalender.  "Kita berharap pekerjaan selesai tepat waktu dan kemudian kita ajukan penambahan anggaran selanjutnya," ujar Budi didampingi Kabid Bina Marga Rahim Thamrin. (rel/amir)