BIJAK ONLINE (Padang Pariaman)---Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Pelayaran, Padang Pariaman, Dr. Capt, Mugen S Sartoto, M.Sc, mengajak dan menghimbau masyarakat sekitar Kampus Pendidikan Pelayaran Tiram, untuk segera berinvestasi membangun rumah kos (kontrakan), karena ada anak didiknya yang butuh rumah kontrakan.

Hal itu disampaikan Mugen S Sartotot, dalam suatu percakapan di ruang tunggu kampus Pendidikan Pelayaran Padang Pariaman, beberapa waktu lalu. 

Dikatakan, anak didik yang kos (ngontrak) di luar kampus yaitu pekerja kapal yang ingin peningkatkan status dari tingkat dasar – ketingkat 5, (13) orang dari tingkat 5 ketingkat 4 (17) orang, dari tinkat 4 ketingkat 3 ada (14) orang, mereka mengikuti pendidikan 3-7,5 bulan, mereka tidak menginap dalam komplek asrama pendidikan pelayaran, tetapi mereka nginap di luar kampus.

“Kesempatan bagi masyarakat sekitar kampus untuk berinvestasi rumah kontrakan, sebelum masuk orang luar, lebih baik secepatnya bergerak cepat membangun rumah kontrakan,” ujar Mugen.

Lebih jauh disampaikan Mugen, pada jauh hari, awal kampus pendidikan pelayaran akan beroperasi, telah dilakukan sosialisasi dengan Wali Nagari Tapakis dan masyarakat setempat, untuk segera membangun rumah kontrakan, tetapi sampai sekarang belum terlihat geraknya, sementara orang yang membutuhkan rumah kontrak sudah datang. 

“Kini terpaksa mereka ngontrak agak jauh dari kampus, jadi yang beruntung itu orang yang cepat tanggap tentang peluang bisnis, cepat mendapat, lalai ketinggalan,” tukuk Mugen lagi.

Menurut Mugen, perkembangan dan kemajuan Sekolah Pendidikan Pelarayan Padang Pariaman, akan jauh  bertambah banyaknya anak kapal yang datang untuk peningkatan status mereka dari seluruh Indonesia, ini baru tahun pertama, kalau sudah masuk tahun kedua, tentu bisa bertambah dua kali lipat. 

Dijelaskan Mugen, khusus Taruna yang didik menjadi perwira, mereka disediakan asrama dalam komplek kampus, tahun ajaran 2016, telah diterima sebanyak 90 orang untuk dua jurusan dan tahun ke dua akan diterima dua kali lipat dari sekarang yaitu 180 orang dan mereka didik selama 2,5 tahun, 1,5 tahun teori dalam kampus dan 1 tahun praktek di kapal.

“Umumnya mereka langusng jadi, artinya setelah tamat dari pendidikan langsung bekerja pada perusahaan perikanan dan perkapalan, dalam dan luar negeri, tergantung mereka mau milih dimana dan sesuai pula dengan yang akan menerima,” ulas Mugen. (amir)