BIJAK ONLINE (Padang Pariaman)—Nagari Ambung Kapur Sungai Sariak, Kecamatan VII Koto, punya penduduk 1.365 jiwa, terdiri laki-laki dan perempuan dengan jumlah kepala keluarga 309. Nagari  Ambung Kapur Sungai Sariak, pemekaran dari Sungai Sariak, dan  pimpinannya masih dijabat PJ Wali Nagari, Afrizal, dari Kantor Camat VII Koto.

Sekretaris Nagari Ambung Kapur Sungai Sariak, Rusuarzul, S.Pd didamping Kaur Umum, Helmida Yanti, S.Sos, mengatakan, yang namanya nagari baru, semua serba baru, termasuk tenaga operasional juga  baru dan semua masih  tahap uji coba, tetapi Rusuarzul optimis kerja sebagai pelayan masyarakat berjalan sukses dan menyenangkan.

“Sebagai generasi muda, tentu kami ingin berbuat yang terbaik untuk masyarakat, walau pun pembayaran  honor masih tersewot-sewot, bagi kami masaalah honor yang kdua pertama itu pelayanan, buat masyarakat,” ujar  laki-laki  bertubuh tinggi semampai ini, sambil tersenyum ramah.

Dikatakan, Nagari Ambung Kapur Sungai Sariak, mempunyai  4 korong, masing-masing, KorongLapau Ngarai, Korong Bengke, Korong Lamin  Kampung Jambak dan Mandiangin Kandang Gadang, sebagian besar penduduknya bermata pencaharian bertani  dan satu sebagian  pergi merantau. 

Menurut Rusuarzul, untuk  tahun anggaran 2017 ini Nagari Pemekaran, baru dikucurkan  Alokasi Dana Nagari (AND)  yang bersumber dari Pemda Kabupaten Padang Pariaman dan Pemda Provinsi Sumatera Barat, direncanakan bakal menerima Rp. 686 juta rupiah yang akan dipergunakan untuk operasional dan rehab kantor sarana prasarana serta kegiatan lainnya.

Sedangkana Dana Desa (DD) yang datang dari Pemerintah Pusat, nagari pemekaran belum diberikan dari informasi pihak Pemda Kabupaten Padang Pariaman, yang jelas kita sudah disuruhkan siapkan Rencana Anggaran Pendapatan  Belanja (RAPB) Nagari Tahun 2017, untuk diterus ke Kabupaten.
Melalui ini Rusuarzul menghimbau  masyarakat Ambung Kapur  yang berada di perantauan untuk dapat ikut serta membangun kampung, demi kamajuan  nagari, baik moril atau pun materil, karena tanpa dukungan dan sokongan perantauan tidak mungkin nagari ini akan bisa maju dan berkembang. (amir)