BIJAK ONLINE (PAYAKUMBUH)—Terkait mengemisnya salah seorang atlet nasional Angkat Barat, Sandra Diana Sari dijalanan, karena tidak diperhatikan serius oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumbar, mendapat tanggapan tajam dari berbagai pihak.

Kali ini, muncul dari ketua Pengcap Pertina Kota Payakumbuh Anton Permana Dt. Hitam, dia menyebutkan, nasib yang menimpa atlet Sandra, yang menjadi pengemis di jalanan adalah bentuk musibah besar bangsa ini.

“Khususnya negara. Ini bukti matinya fungsi negara. Karena fakir miskin serta anak-anak terlantar ditanggung dan diurus oleh negara yang dijamin oleh UUD 1945 Pasal 34, “tegas Anton Permana Dt. Hitam kepada media ini, via telepon genggamnya, Sabtu (13/5). 085271125488

Padahal keberhasilan Sandra mnjadi juara Asia tentu membawa harum nama Sumatera Barat khususnya dan Indonesia umumnya. Ketika Sandra menjadi juara, ucapan jempol muncul silih berganti, ada yang mengucapkan selamat kepada KONI, dan bahkan juga ada ucapan selamat kepada Gubernur Sumatera Barat dan sebagainya.

Jika ini dibiarkan oleh KONI, tentu banyak orang berbicara, habis manis sepah dibuang, untuk itu saya menghimbau para pecinta olahraga, mari berjibaku memberikan sumbangan pada atlet Sandra dan menggugah hati nurani pemerintah untuk menyikapi serius hal tersebut.

“Musibah besar yang terjadi menimpa atlet itu, tentunya jadi tamparan keras bagi ketua KONI yang nota bonenya menjadi leading sektor dunia olahraga. Dengan harapan tidak terjadi di Payakumbuh dan dan daerah lainnya. Kita tak ingin KONI berbuat, musibah untuk negara, “ujar ketua KNPI Batam itu.

Terpisah, Humas PABBSI Sumbar, Delfi Nesti kepada Tabloid Bijak.com, Sabtu (13/5), mengatakan, aksi turun menggalang recehan yang dilakukan Sandra suatu tamparan bagi Sumatera Barat. Meskipun begitu, juga mendapat perhatian positif kepada atlet Sandra Diana Sari, buktinya salah seorang perantau Minang yang enggan namanya dipublikasikan, menyatakan siap membantu membiayai biaya kuliah lifter Family Barbell Club.

Sebelumnya, perantau Minang tersebut dengan spontan juga telah memberikan bantuan dana jutaan untuk biaya latihan Sandra Diana Sari yang dilatih Suluhmi Harefa. Bantuan dana untuk Sandra telah ditransfernya ke rekening, sehingga tak ada masalah lagi bagi Sandra dan tak usah lagi Sandra bekerja lagi sebagai palayan rumah makan," kata wartawan SumbarTV.com ini.

Kemudian, perantau Minang itu juga ingin menanggung biaya kuliah Sandra dan dia minta tolong agar Sandra di daftarkan, Senen ini di UNP. "Kata perantau Minang itu, masalah Sandra ndak usahlah diributkan di media, kalau masalah dana, biar dia yang tanggung," kata Delfi lagi.

Pelatih Sandra, Suluhmi Harefa, tak hanya bersukur, tapi juga mengucapkan terima kasih kepada perantau yang telah mau membantu Sandra. "Kedepan, Sandra hanya mulai dan berlatih dan saya optimis prestasi Sandra di PON Papua akan mendapatkan medali," kata peraih medali emas PON Palembang ini.

Menurut Suluhmi, apa yang dicita-citakan Sandra ingin kuliah, akan teralisasi dan kedepannya, diharapkan Sandra lebih giat berlatih. "Saya akan membuat program khusus untuk persiapan Sandra menghadapi berbagai kejuaraan," tambah peraih 4 medalui emas di katagori marter kejuaraan Asia lalu.

Sementera, salah seorang anggota DPRD Kota Payakumuh Wulan Denura, yang merupakan mitra erat dinas Pariwisata dan Pemuda Olahraga, menyebutkan, kasus Sandra Diana Sari yang luput dari perhatian KONI, jangan terjadi di  Payakumbuh, jadikan hal tersebut sebagai pelajaran bagi seluruh Cabang Olahraga.

Dengan telah terpilihnya ketua KONI baru periode 2017-2021 baru-baru ini, tentu KONI kedepan punya mimpi untuk meraih medali emas dibebagai tingkat. Kami yakin, ditangan Yusra Maiza panggilan Syura KONI Payakumbuh akan terus berjaya dan tidak sama dengan KONI Sumatera Barat. “Insya Allah Koni Payakumbuh akan selalu menoreh prestasi gemilang, tidak akan membawa musibah,“ujar bendahara DPC Partai Gerindra Payakumbuh ini. (Nur Akmal)