BIJAK ONLINE (PAPUA)-Dalam setiap kunjungan kerja ke suatu daerah, Presiden Joko Widodo selalu meluangkan waktunya untuk menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP), Pemberian Makanan Tambahan (PMT), Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Termasuk saat berkunjung ke Provinsi Papua pada Selasa, 9 Mei 2017, Presiden menghadiri acara penyerahan kartu bantuan sosial dan PMT di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura.

Presiden merasa perlu menghadiri acara tersebut untuk menunjukkan bahwa investasi pada sumber daya manusia (SDM) merupakan hal yang terpenting bagi negara. Apalagi pada tahun 2030 mendatang, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi yang besar dimana jumlah usia angkatan kerja diperkirakan mencapai 70 persen.

Oleh karenanya, Presiden seringkali menegaskan pentingnya mempersiapkan SDM yang berkualitas dan memiliki produktivitas tinggi agar memberikan manfaat bagi negara di masa mendatang.

"Persaingan 20, 30, 40 tahun yang akan datang semakin berat dan sengit sehingga anak-anak kita harus disiapkan agar sehat, pintar, cerdas, dan mampu bersaing," ujar Presiden Joko Widodo.

Pemberian kartu bantuan sosial dan PMT bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sedangkan melalui Program Keluarga Harapan (PKH), pemerintah memberikan bantuan sebesar Rp1.890.000 yang dapat diambil dalam empat tahap.

Bantuan PKH yang diberikan diharapkan hanya digunakan masyarakat untuk memenuhi keperluan pendidikan dan peningkatan ekonomi serta tambahan gizi keluarga.

"Hati-hati uang itu harus dipakai untuk keperluan anak sekolah, untuk tambahan usaha, untuk pembelian gizi anak. Ini penting sekali," kata Presiden.

Selain itu, Presiden juga menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada 392 siswa dari dua kecamatan yang ada di Kota Jayapura. KIP diharapkan dapat menjamin dan memastikan seluruh anak usia sekolah dari keluarga kurang mampu terdaftar sebagai penerima bantuan tunai pendidikan sampai lulus SMA/SMK/MA.

Bagi para pemegang Kartu Indonesia Sehat (KIS), Presiden tak lupa mengingatkan bahwa kartu tersebut dapat digunakan masyarakat untuk berobat secara gratis di berbagai fasilitas kesehatan.

"Kita harapkan semua sehat, tapi pas diberi cobaan sakit dengan kartu itu bisa dipakai ke Puskesmas atau rumah sakit dan tidak dipungut biaya," ucap Presiden.

Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, dan Gubernur Papua Lukas Enembe.

Jayapura, 9 Mei 2017
Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Bey Machmudin