BIJAK ONLINE (Pasaman Barat)--Kader Gerakan Pemuda Ansor harus siap menjaga keutuhan NKRI dari rongrongan yang ingin merusak dan menghancurkannya.  Karena saat ini sudah mulai banyak pihak-pihak tertentu yang ingin NKRI diganti dengan bentuk negara lain. 

Sebagai organisasi yang lahir sebelum kemerdekaan, turut serta mendirikan NKRI, Ansor tentu tidak tinggal diam dari gerakan yang  ingin merongrongnya.

Ketua Pimpinan Wilayah (PW)  Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Barat Rahmat Tuanku Sulaiman mengungkapkan hal itu pada pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) Barisan Serbaguna Ansor (Banser) Kabupaten Pasaman Barat, Jumat (5/5/2017) di Sidodadi, Jorong Limo Puruik Nagari Kinali Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat. 

Pembukaan dihadiri Rais Syuriah PCNU Pasaman Barat Nurahman, Ketua Tanfizdiyah Syawal Syuro, Sekretaris Ansor Sumbar Arianto, Ketua PC Ansor Pasaman Barat Djafrinal Effendi.
Menurut Rahmat, setiap kader Ansor harus siap memahami sejarah perjuangan yang sudah dilakukan NU dan Ansor dalam perjuangan mendirikan, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan ini.

 “Selanjutnya, kader Ansor juga harus tahu dan  apa itu NU dan bagaimana eksistensinya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena perjuangan NU jelas sejak sebelum kemerdekaan, proses kemerdekaan, setelah kemerdekaan hingga sekarang.

“Konsep NKRI sudah dirumuskan para kiai, ulama dan pendiri Republik ini dengan matang dan banyak pertimbangan. Para ulama yang turut serta dalam mendirikan negara dan konsep hidup bernegara, selain dari NU, juga dari kelompok/organisasi lain yang sudah ada saat itu,” kata Rahmat menambahkan.

Ketua PC Pasaman Barat Djafrinal Effendi, menyampaikan terima kasih kepada masyarakat   Sidodadi yang memberikan support kegiatan PKD dan Diklat. Khususnya Mbah Kamijan, mantan pengurus MWC NU Cepu Jawa Tengah (1980-an) yang menyumbangkan dua ekor kambing untuk logistik pelaksanaan kegiatan ini. 

“Dengan PKD dan Diklat ini, kader Ansor di Pasaman Barat lebih memahami perjuangan Ansor ke depan untuk mengawal ajaran ulama dan ajaran Islam Ahlussunnah Waljamaah,” kata Djafrinal.

Dikatakan Djafrinal, PKD dan Diklat Banser diikuti 90 orang yang merupakan PKD ketiga dan Diklatsar kedua di Pasaman Barat. Sejak Ansor Pasaman Barat beberapa tahun lalu mulai diaktifkan, minat generasi muda bergabung dengan Ansor semakin besar. Terbukti, PKD sebelumnya dilaksanakan pada Februari 2017 lalu. 

Kini sudah dilakukan lagi sehingga makin banyak generasi muda Pasaman Barat yang memahami perjuangan Ansor dan NU dalam kehidupan bermasyarakat, bernegara dan berbangsa.
“Selama ini banyak generasi muda Pasaman Barat yang keliru menilai gerak perjuangan Ansor. Namun setelah mengikuti PKD dan Diklatsar Banser, mereka menyadari kekeliruan yang selama ini. Mereka makin paham kenapa Ansor dan NU harus mempertahankan NKRI,” kata Djafrinal. (rel/amir)