BIJAK ONLINE (Padang Pariaman)—Sekretaris Nagari Lareh Nan Panjang Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Riki Harianto, mengatakan,  dari sekian banyak kegiatan  pelaksanaan Dana Desa (DD)  ada satu proyek yang gagal dilaksanakan, disebabkan waktu udah mempet.

Hal itu disampaikan Riki Harianto, dalam menjawab pertanyaan  Bijak Online di ruang kerjanya, Rabu (10/5/2017). Menurut Riki besara Dana Desa Tahun 2016 Rp. 647 juta rupiah yang dimanfaatkan untuk beberapa item pekerjaan.

Dikatakan,  Dana Desa yang sumber dari pusat, diperuntuk untuk pembangunan, jalan dan jembatan serta rehab irigasi dan polindes, termasuk rehab laga-laga, ada 8 kegiatan  yang direncanakan dan diangarkan tetapi hanya 7 yang bisa dilaksanakan, karena yang stu lagi, disebabkan ada masaalah, sehingga tidak terlaksana pekerjaannya.

Lebih jauh disampaikan Riki Harianto, Pembuatan Jembatan Korong Toboh, sepanjang 7 meter dengan lebar 3 meter, menghabiskan anggaran Rp. 90 juta rupiah, jembatan ini sudah  lama didambakan masyarakat, karena  ada perkampungan disebrang sungai dan belum bisa dilewati kendaraan roda empat, dengan berhasil dibangun jembatan tersebut, masyarakat merasa lega.

Kemudian Pembukaan Jalan dan Rabat Beton, Korong Toboh Karambia, sepanjang 195 meter dengan lebar 3 meter, menghabiskan anggaran Rp. 90 juta rupiah. Jalan ini, juga sangat ditungu-tunggu masyarakat, karena selama ini yang ada hanya jalan setapak, apabila musim penghujan terjadi becek dan berlumpur.

Berikutnay Jalan Usaha Tani, di Korong Palak Kambia, dengan anggaran Rp. 80 juta. Setelah itu rehab irigasi Tanjung Dama dengan anggaran Rp. 80 juta rupiah. Tapi sangat disayangkan Riki Harianto yang berjanji mengirimkan foto proyek yang telah dilaksanakan dengan Dana Desa (DD) tidak kunjung datang, sampai berita ini diturunkan masih belum masuk.

Berbicara masalah Alokasi Dana Nagari (ADN ) yang diterima Nagari Lareh Nan Panjang Tahun Anggaran 2016 Rp. 716 juta rupiah, dipergunakan untuk operasional dan honor-honor termasuk tujangan wali nagari bersama staf, wali Korong dan Bamus.

“Alhamdulillah, kita  telah selesai melaksanakan kegiatan , bahkan sudah selesai pula dipereksi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dan Inspekturat Kabupaten Padang Pariaman,” ujar Riki sambil tersenyum.

Wali Nagari Lareh Nan Panjang Akhiruddin, sedang tidak berada ditempat, menurut Riki, bosnya laagi menghadiri undangan pada salah satu SDN yang mengadakan perpisahan. Ketika dicoba menghubungi melalui ponselnya, tidak mengangkat walau pun nada masuk ada. (amir)