BIJAK ONLINE (LIMA PULUH KOTA)---Kenakalan remaja akhir-akhir ini memang tak terbendungi lagi, tidak saja meresahkan warga dan para orang tua, bahkan sudah jatuh ketangan pihak yang berwajib. Buktinya, dalam beberapa bulan ini, sudah 2 orang yang tertangkap oleh polisi, akibat terjerumus pengedar dan pemakai narkoba.

Hal tersebut disampaikan Wali Nagari Koto Tuo, jorong Tanjung Pati, kecamatan Harau, Dt. Sindaro nan Panjang kepada tim VIII Safari Ramadhan, di mesjid Al Wustha, Senin (29/5) malam. Rombongan tersebut dipimpin Camat Harau Deki Yusman. Pada malam itu, ketua tim VIII Kajari Payakumbuh Hasbih, minta izin karena berada diluar daerah.

Dipaparkan Dt. Sindaro nan Panjang, akibat kenakalan remaja yang semakin memuncak itu, kami tidak bisa berbuat apa-apa. Dikatakan pasrah, sebagai Wali nagari sudah melakukan pendekatan kepada orang tua, agar putra-putrinya diperhatikan setiap hari dan dipantau pergaulannya, sebelum mereka melakukan pergaulan bebas.

Kita tahu, jika anak-anak kita terlibat narkoba dan ditangkap pihak berwajib, kita tidak bisa ikut campur, karena masalah narkoba tidak main-main dan tidak bisa diinterpensi oleh Wali nagari atau siapapun. Inilah yang membuat kita panik. Biasanya, kalaulah ada warga yang tertangkap oleh polisi, warga baru mengadu kepada Wali nagari.

“Untuk itu, kami mohon kepada tim VIII Safari Ramadhan, bagaimana cara mengatasi kenakalan remaja ini. Kami tak ingin generasi muda kami rusak, ulah kurangnya perhatian orang tua dan bimbingan dari pihak terkait. Ada harapan kami kepada tim VIII Safari Ramadhan untuk menyelamatkan generasi muda supaya tidak jauh melangkah kearah tersebut, berilah kami semacam penyuluhan dan lain sebagainya, “harap Wali nagari.

Dalam kesempatan itu, anggota tim VIII Safari Ramadhan yakni sekretaris Satpol PP Sulaiman, menyampaikan, untuk mengurangi kenakalan remaja, diharapkan di nagari Koto Tuo kecamatan Harau untuk mengaktifkan remaja mesjid. Dengan adanya kelompok remaja mesjid, secara beransur-ansur kenakalan remaja dapat diatasi, bahkan bisa berkurang, ujarnya.

Sedangkan menurut dr. Edison dari dinas kesehatan, menyebutkan, berbicara terhadap kenakalan remaja, memang sangat kita cemaskan. Sebab, kenakalan remaja, tidak saja berpengaruh kepada pergaulan bebas akan tetapi juga dapat menyebabkan berbagai penyakit masyarakat.

“Kiat untuk mengatasi kenakalan remaja adalah peranan orang tua, bagaimana orangtua bisa memberikan pelajaran spiritual kepada anaknya masing-masing. Akibat kenakalan remaja itu, tidak sedikit para generasi muda yang korban, tidak saja ditangkap polisi, akan tetapi juga dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti penyakit aid dan sebagainya, “sebut Edison.

Sebelum menampung aspirasi masyarakat, para jemaah disuguhkan dengan santapan rohani yang disampaikan ustadz Bujang dari Kemenag dengan tema “Manusia Cerdas Spirutual”, yang menerangkan bagaimana seorang anak santun terhadap orang tuanya.

Kemudian, pimpinan tim VIII Safari Ramadhan Deki Yusman, mengucapkan terima kasih kepada jemaah, utamanya kepada para ‘induak-induak’ yang telah menjamu tim dengan berbuka bareng. Setelah itu, tim VIII menyerahkan bantuan berupa uang sebanyak Rp10 juta, diserahkan sekretaris BPBD Nur Akmal kepada pengurus mesjid. 

Disamping itu, Deki Yusman juga menyampaikan sejumlah informasi dan program pembangunan kabupaten Lima Puluh Kota, diantaranya, Lima Puluh Kota dua tahun berturut kembali mearih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). (Nura)