BIJAK ONLINE (Padang)-Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Padang, Adip Alfikri sengaja berkunjung ke Posko Bara Online Media (BOM) untuk berbuka bersama dengan beberapa pengurus Serikat Media Siber Indonesia, Sumatera Barat, Minggu, 18 Juni 2017.

Kedatangan Adip Alfikri di Posko BOM, selain untuk meningkatkan uhkwah Islamiyah, juga bertujuan membangun komunikasi yang harmonis dengan anggota BOM dan pengurus SMSI Sumbar.

Seusai berbuka dan salat maqrib, Kadispenda Kota Padang, Adip Alfikri dicerca dengan berbagai pertanyaan oleh beberapa pengurus SMSI Sumbar, seperti Jhond Edward Rhony, Novermal Yuska, Surya Sutan Sari Alam. 

Yang menariknya, semua pertanyaan dijawab Adip Alfikri dengan santai, logas dan tegas, seperti pertanyaan Jhon Edward Rhony tentang informasi mau maju di Pilkada Padang sebagai wakil Walikota Padang yang berpasangan dengan Mahyeldi. 

"Informasi itu benar, tapi kan baru wacana. Alasan saya maju berdasarkan hasil survei yang sangat realistis dan tidak berdasarkan emosional belaka. Sebagai anak nagari Kuranji, saya kan punya hak juga untuk maju, dan kesempatan yang sama kan juga terbuka bagi anak nagari yang lainnya," kata Adip.

Kemudian mengenai adanya informasi tentang kakaknya Khairul Ikwan yang juga akan maju  di Pilkada Kota Padang, perlu juga dijelaskan. "Bagi saya persoalan itu tak ada masalah dan jangan sampai diterjemahkan kami adik-kakak tidak kompak. Kenapa? Karena yang akan menilai dan memilih itukan masyarakat Kota Padang, " katanya sembari menambahkan, persoalan ini jangan dikait-kaitkan dengan keluarga besar IP.

Persoalan maju di Pilkada Kota Padang ini, kata Adip lagi, IP belum tahu, karena memang belum diberitahu. "Kenapa? Karena pilkada kan masih lama dan kini kan baru sebatas informasi dari rekan-rekan wartawan di medianya," ujar alumnus Universitas Muhammadiyah Sumbar ini.

Kemudian, Novermal Yuska mempertanyakan status ASN, Adip Alfikri yang jika maju harus mundur sebagai pegawai negeri. "Saya siap mundur, karena adanya aturan di ASN yang harus saya patuhi," kata S2 Universitas Andalas Padang ini.

Sementara Surya Sutan Sati Alam, mempertanyakan persoalan iklan baliho yang terpasang di beberapa titik jalan. "Sejak saya menjadi Kadispenda Kota Padang, kalau saya tak salah baru dua buah mengeluarkan izin tentang iklan baliho dan yang satunya lagi pun di lokasi yang sama," kata Adip tetap akan bertindak tegas masalah iklan baliho.

Menurut Adip, Walikota Padang, sangat hati-hati dalam memberikan izin kepada perusahaan yang akan memasang iklna baliho. "Saya berkerja, tentu sesuai dengan arahan pak walikota," kata adik kandung Gubenrur Sumbar Irwan Prayitno ini. 

Ikut berbuka bersama juga, Zulhendri Ismet, Zulakmal Rajo Jambi, Jamalus Datuk Rajo Balai Gadang, Is Legon, Yuliadi Chandra dan Ucok Silingkuang, serta Esneti pelatih PODSI Sumbar bersama suami. Kemudian, ikut hadir juga Nanda Talembanua lifter juara dunia. (PRB)