BIJAK ONLINE (Padang Pariaman)—Kabid Pengelolaan Keuangan dan Aset Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Padang Pariaman, Junaidi Syah, S.Sos, mengatakan, Nagari yang sudah dilakukan Evaluasi oleh Tim Rencana Anggaran Pendatan dan Belanja (RAPB) Nagari Tahun 2017,  baru 64 nagari dari 103 nagari di Padang Pariaman.

Hal itu disampaikan Junaidi, dalam menjawab pertanyaan Tabloid Bijak Online di ruang kerjanya, Jum’at (9/6/2017).  Kemudian 23 dari 64 nagari tersebut, sudah dalam proses pencairan dananya Tahap satu.

“Insha Allah, dalam bulan Juni ini semua Nagari di Padang Pariaman, sudah bisa menyelesaikan RAPB menjadi APB, sehingga dananya bisa dicairkan tahap satu pada akhir bulan ini,” ujar Junaidi.
Dikatakan, terlambat proses pengesahan RAPB Nagari disebabkan mulai tahun kini, telah memakai Aplikasi Sistim Keuangan Desa (Siswedes), jadi sistim keuangannya diatur sedemikian rupa, sehingga memudahkan untuk memeriksa laporan keuangannya nanti.

Lebih jauh disampaikan Junaidi, bagi Nagari yang belum menyelesaikan pembahasan RAPB nya dengan Badan Musyawarah (Bamus) Nagari diharapkan secepatnya dilaksanakan, supaya tidak ketinggalan kereta dalam pencairannya, lagi pula kalau terlalu jauh kebelakang, bagaimana menyelesaikan kegiatan yang sudah direncanakan.

“Kami punya target akhir bulan Juni, semua nagari sudah bisa mencairkan dana tahap satu, baik Dana Desa (DD) ataupun Alokasi Dana Nagari (ADN) dan termasuk penghasilan tetap wali nagari bersama perangkatnya yang tahap dua,” tutur laki-laki yang suka senyum ini.

Disampaikan Junaidi, total jumlah Dana Desa (DD) untuk Tahun Anggaran 2017 buat 60 nagari, Rp. 53.665.722.000. Sedangkan  dana ADN untuk 103 nagari berjumlah Rp. 82 Milyar lebih. “Kita berharap wali nagari berhati-hati di dalam pengambilan udang di Bank, apalagi hari menjelang lebaran, “tukas Junaidi. 

Ketika disinggung masih adanya nagari yang belum ada pembahsan dengan Bamus tentang RAPB tahun 2017,  menurut Junaidi, harusnya wali nagari dengan sekretaris, sering bertanya ke kantor DPMD Padang Pariaman, sehingga bisa dibantu, dimana kelemahannya.

“Kalau malu bertanya tentu sesat di jalan, kami di sini selalu terbuka dan tidak akan mempersulit, bahkan akan dipermudah kalau format penyusunan anggaran sudah baik,” ulangnya lagi. (amir)

google+

linkedin