BIJAK ONLINE (Padang Pariaman)— Makanan mengandung zat berbahya yang dijual masyarakat untuk paabukan ditemukan di Sicincin, Kecamatan Enam Lingkung dan Pasar Lubuk Alung. 

Hal itu dikatakan Kepala BBPOM Padang, Zulkifli saat memantau pangan dari bahan berbahaya di Pasar Lubuk Alung, Selasa (6/6/2017).

Zulkifli  menyebutkan di Pasar Sicincin ditemukan 19 pabukoan mengandung zat berbahaya dari 32 sampel yang diperiksa, sedangkan di Lubuk Alung ditemukan 2 menu berbuka puasa dari 13 sampel.

"Khusus di Lubuk Alung baru dua karena masih dalam proses pengujian," katanya.

Lebih jauh Zulkifli  merincinya untuk di Pasar Lubuk Alung penemuan zat berbahaya tersebut berupa pabukoan siap dikonsumsi serta bahan mentah pembuatan menu berbuka puasa.

Ditambahkan Zulkifli,  penemuan tersebut nantinya akan ditindak lanjuti Dinas Kesehatan setempat agar nanti peredaran zat bahan berbahaya dapat ditekan. Tindak lanjut tersebut sampai pada siapa yang memproduksi, bahan yang digunakan serta asal produk itu guna memutus mata rantai zat berbahaya itu.

"Karena jika zat tersebut dikonsumsi masyarakat secara terus menerus maka akan berdampak pada kanker dan ginjal," ujarnya.

Kepala BBPOM Zulkifli mengatakan,  pemeriksaan tersebut merupakan permintaan dari Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman untuk memeriksa keamanan pangan sejumlah tempat penjualan pabukoan di daerah itu.

Zulkifli menghimbau warga di daerah itu untuk tidak terpengaruh terhadap pabukoan yang berwarna mencolok karena biasanya pada ciri-ciri tersebut terindikasi zat berbahaya.

Wakil Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur mengatakan pemeriksaan sejumlah pabukoan tersebut marupakan kerja sama pemerintah setempat dengan BBPOM. "Hasil dari penemuan tersebut akan ditindaklanjuti dinas terkait guna melindungi masyarakat dari bahan makanan berbahaya," kata dia.

Suhatri Bur mengatakan upaya kerja sama tersebut merupakan langkah untuk menciptakan masyarakat yang sehat dengan menjauhkannya dari produk pangan berbahaya seperti Rodhamin B dan Borak.


Wakil Bupati Padang Paariaman, Suhatri Bur, SE, MM  bersama Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Padang lakukan sidak Pabukoan di Pasar Sicincin dan Lubuk Alung.  

Sidak juga diikuti oleh Kepala Dinas Kesehatan Aspinuddin beserta staf itu menemukan zat berbahaya Rodhamin B pada sejumlah pabukoan yang dijual di dua pasar tradisional di Kabupaten Padang Pariaman. (rel/amir)