Foto ilustrasi
BIJAK ONLINE (Padang)-Dua poyok alias lonte yang dilepas Panti Sosial Karya Wanita (PSKW) Adam Dewi, yang terletak di Jorong Sukarami, Nagari Koto Gaek Guguk, Kabupaten Solok, Sumatera Barat dua minggu lalu dengan modal surat nikah oleh germonya, kini sudah menjajakan sek haram lagi di Kawasan Atom Shoping, Jalan Haligoo, Kelurahan Belakang Pondok, Kecamatan Padang Selatan. 

"Kini keduanya sudah beroperasi lagi dan saya berharap kepada Pol PP untuk menangkap dan mengirimkan lagi keduanya ke Panti Adam Dewi," kata Ketua RW 01 Jalan Haligoo, Jamalus Datuk Rajo Balai Gadang kepada Tabloid Bijak, Jumat, 30 Juni 2017.

Menurut Jamalus datuk, jangan tebang pilihlah dan tolong juga cek keaslian surat nikah para germo tersebut. "Waktu itu ada tiga PSK yang dikirim, dua digrebek dan satu lagi kebetulan berada dilokasi dan dua dilepas dan satunya lagi masih dibina di panti Adam Dwi, ada apa ini," kata anggota Jemaah Tabliq ini. (Baca juga "Bermodalkan Surat Nikah Germo Berhasil Selamatkan Wanita Penjaja Sek Haram Dari Panti Adam Dewi.")

Kemudian, kata Jamalus, agar modus surat nikah yang dimain para germo di cek keasliannya, karena surat nikahnya ada yang dikeluarkan dari Pekanbaru, Rengat dan Tembilahan, serta Jambi. "Kalau memang mereka suami istri, ya kan ndak mungkinlah istrinya dijadikan pelacur dan pemuas sek," tambah aktifis yang vokal ini. 

Secara terpisah, Kepala Satuan Pol PP Padang, DIan Fakri menegaskan, jika memang keduanya sudah beroperasi lagi, ya ditangkap lagi. "Jika masih ada juga germonya mengandalkan surat nikah, akan kita telusuri asal muasal surat nikah tersebut," tegasnya.

Kini kata DIan Fakri, personilnya terpaksa juga ikut mengamankan lokasi objek wisata, seperti Pantai Air Batu Malin Kundang dan Pinggi Laut Pantai Padang, untuk membentu masyarakat dari kemacetan. "Ada pengunjung dari depan kantor Camat Padang Selatan, empat jam baru sampai di lokasi Pantai Air Manis," katanya.

Tapi setelah diturunka sekitar 30 anggota, kemacetan bisa teratasi dan pengunjung tak menemui kemacetan lagi. "Sebenarnya masalah kemacetan jalan bukan urusan Pol PP Padang, tapi urusan dinas perhubungan," ujarnya lagi, sembari menambahkan, demi kelancaran pengunjung ke objek wisata diturunkan juga anggota. (PRB)