BIJAK ONLINE (LIMA PULUH KOTA)---Bulan suci ramadhan tahun 2017 ini, benar-benar bulan penuh berkah, Buktinya, sebanyak 87 mesjid di kabupaten Lima Puluh Kota, mendapat bantuan uang total Rp870 juta, dengan rata-rata Rp10 juta per mesjid ditambah dengan bantuan dari Baznas. 

“Dengan naiknya secara siginifikan bantuan mesjid tahun 2017 ini, dan ditambah dengan bantuan dari Baznas Lima Puluh Kota, mendapat pujian dari berbagai kalangan masyarakat, “ujar pengurus mesjid Al-Kautsar Tanjungpati kecamatan Harau, Amrizal kepada bupati Irfendi Arbi dan ketua Baznas Desembri Chaniago ketika berkunjung, Selasa (31/5) malam.

Atas bantuan itu, tentu saja dapat dimamfaatkan oleh masing-masing mesjid sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB). Secara kebetulan, rumah Allah ini butuh biaya untuk pembangunan WC dan tempat berwuduk. Begitu juga, pada mala mini, dua orang warga kurang mampu menerima bantuan dari Baznas.

Menurut Amrizal bantuan yang diserahkan bupati Irfendi Arbi ke pengurus mesjid ini, akan kami rembukan dengan pengurus mesjid, apakah pas untuk pembangunan WC dan tempat berwuduk atau digunakan untuk kebutuahn lain yang mendesak.

Yang jelas atas nama pengurus mesjid kami mengucapkan terima kasih kepada bupati Irfendi Arbi yang telah merealisasi permohonan warga untuk memperluas dan lanjutan pembangunan mesjid. Begitu juga, kami bangga atas telah dianggarkan kembali honor garin dan guru TPA. Tahun ini, seluruh garin dan guru TPA telah menerima gaji.

Hebatnya lagi, suatu langkah yang penuh ibadah. Selain pemerintah daerah menambah bantuan mesjid, juga pihak Baznas Lima Puluh Kota sangat sejalan dengan program bupati. Pada malam ini, 2 orang warga Tanjungpati mendapat bantuan masing-masing Rp500 ribu dari Baznas.

“Kembali berbicara soal WC. Saat ini, kondisi WC dan tempat berwuduk, memang bau pesing. Nantinya pengurus dan jemaah akan memindahkan tempat berwuduk dan penambahan jumlah WC yang sekarang tidak memadai dan kurang. Akibat minimnya WC mengakibatkan menusuk hidung, akibatnya mengangu ke khusukan ibadah jamaah, “ kata Amrizal.

Dalam kesempatan itu, bupati Lima Puluh Kota Irfendi Arbi, menyebutkan, memang banyak mesjid kita minim WC dan tempat berwuduk. Namun dengan kebersamaan, berat akan jadi ringan, kurang akan bisa bertambah dan harapan akan jadi kenyataan.

Sebagai Ibu Kota Kabupaten (IKK), masyarakat jamah mesjid Alkautsar sudah barang tentu tingkat ekonomi lebih tinggi dibanding nagari lain, segala sesuatu sudah baik, tapi kita harapkan masyarakat pandai-pandai dalam kehidupan guna tercapai kesejahteraan.

“Untuk itu, marilah kita bersama-sama mensyiarkan ajaran Islam, Syiar bisa diartikan juga menyampaikan kabar berita kepada orang-orang yang tadinya tidak tahu menjadi tahu. Sebagai manifestasi bentuk rasa taqwa sebagai umat islam, “ujar Irfendi Arbi.

Jangan lupakan kegiatan- kegiatan sosial yang menyangkut hubungan sesama manusia. Kita bisa rasakan pada saat datangnya waktu berbuka. Jangan sampai ada tetangga sekitar kita yang tidak bisa melepaskan ibadah puasa lataran tidak ada yang akan dimakan, sedangkan kita berlebihan.

“Kemudian, bantulah masyarakat kita yang tidak mampu, apalagi pada bulan ramadhan, memberi berbuka bagi yang berpuasa akan mendapat pahala yang berlipat ganda. Momentum ramadhan adalah saat yang tepat untuk semua pemimpin melakukan safari, yakni perjalanan untuk berdialog dan bersilaturahim dengan masyarakat sekaligus mennyerap aspirasi masyarakat, “sebut Irfendi Arbi. (Nura)