BIJAK ONLINE (LIMA PULUH KOTA)---Nampaknya persoalan hama babi dank era alias “cigak” masih dikeluhkan warga kabupaten Lima Puluh Kota, seperti yang dilaporkan warga jorong Paninjauan, kenagarian Koto Tangah, kecamatan Bukit Barisan kepada tim VIII safari ramadhan.

“Sulitnya mengatasi hama cigak untuk para petani, memang jadi hambatan bagi kami. Maka, pada kesempatan ini kami bisa melaporkan kepada pemerintah daerah melalui tim VIII safari ramadhan, “ujar salah seorang warga setempat bernama Asni (56) di mesjid Al Islah jorong setempat, Jum’at (2/6) malam.

Hama cigak terus menggangu petani. Akibat dari itu jelas saja panen kebun jadi berkurang. Untuk mengatasi persoalan ini, kami sudah pernah mencobanya mengusir berbagai hama tersebut dengan berbagai cara. Namun belum berhasil. Yang namanya cigak terus berkeliaran, bahkan saking banyak datangnya. 

“Sulit mengatasinya, kami coba pula datang melaporkan ke dinas Pertanian. Saat itu laporan kami disikapi dengan baik. Ternyata, hingga sekarang belum ada jawaban pasti. Kami mohon kepada tim VIII safari ramadhan untuk mencarikan solusinya, “harap Asni.

Tim VIII safari ramadhan dipimpin kepala BPTU PM Irwandi, menyebutkan, secara kebetulan tim VIII ini dihadiri mantan Kadis Pertanian Sulaiman, yang saat ini menjabat sebagai sekretaris Satpol PP Lima Puluh Kota.

Dijelaskan Sulaiman, dalam suatu perkebunan, baik itu kebun kelapa sawit ataupun kebun karet dan kebun lainnya, tak dapat dipungkiri, disetiap perkebunan itu pasti akan ada yang namanya OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) atau yang biasa kita kenal dengan sebutan hama.

Hama tersebut, selalu mengganggu dan usil serta merusak tanaman perkebunan kita, sehingga mengakibatkan kerugian bagi kita utamanya petani perkebunan. Pasti semua petani merasa tidak nyaman dan sangat terganggu dengan adanya hama perusak tanaman perkebunan itu.

Salah satu hama yang mungkin lumayan sulit untuk dikendalikan ditanaman perkebunan adalah monyet alias kera, akan tetapi kita tak perlu takut, karena setiap hama atau OPT itu pasti ada cara mengendalikannya begitu juga dengan cara mengendalikan monyet ini.

Caranya tangkaplah satu atau beberapa ekor kera atau monyet yang sering mengganggu dan merusak tanaman perkebunan. Lalu setelah berhasil ditangkap, cat lah atau berilah warna pada monyet tersebut, diusahakan semua badannya penuh dengan cat dan cat yang digunakan haruslah cat pilok agar tahan lama serta yang bewarna merah.

Kemudian lepaskan monyet tersebut ketempat semula atau diperkebunan. Perhatikan, dengan kita memberi warna pada seluruh badan monyet tersebut, maka teman-teman monyet tersebut akan ketakutan dan lari menjauh jika saling bertemu, karena mereka takut dan mengira, bahwa ini bukanlah dari golongan mereka, sehingga ini akan membuat mereka saling berkejaran-kejaran dan tidak sempat lagi untuk memakan atau merusak tanaman, “ujar Sulaiman. (Nura)