BIJAK ONLINE (LIMA PULUH KOTA)---Sungguh memprihatinkan. Sebuah rumah seni permanen, terletak dilereng bukit, tepatnya di jorong Hulu Air, kenagarian Harau, kecamatan Harau, kabupaten Lima Puluh Kota, rumah itu dihuni sebanyak 6 orang jiwa, mereka hidup pas-pasan.

Dirumah sederhana itu, tinggal salah seorang nenek berusia 75 tahun, kemudian ditambah dengan 3 orang anak dan 2 orang cucunya. Kondisi mereka tergolong warga miskin, sehari-harinya bekerja sebagai petani. Selain rumah tersebut juga ditemukan satu rumah lagi, dengan kondisi yang sama.

Artinya, dilereng bukit ditemukan 2 buah rumah miskin. Mendengar, adanya warga miskin bertahun-tahun tinggal dilerang bukit, dalam kehidupan seadanya. Membuat hati nurani bupati Lima Puluh Kota Irfendi Arbi, terenyuh dan tersentak, bahkan langsung terpanggil nuraninya untuk jambangi warga miskin itu, Senin (19/6).

Kedatangan bupati Irfendi Arbi bersama Kabag Humas Setdakab Lima Puluh Kota Joni Amir itu, tidak cukup dengan melenggang saja. Bupati langsung meneteng karung beras sepanjang lebih kurang 500 meter, hingga sampai kerumah warga itu dengan berlumuran peluh.

Sesampai disalah satu rumah warga, bupati disambut kelurga mungil Yasnawati. Dengan perasaan kaget dan haru, seolah tak percaya bakal didatangi bupati Limapuluh Kota, Yasnawati beserta keluarganya langsung menghampiri dan menyalami bupati.

"Bagaimana kabarnya Bu?, ini sedikit bantuan dari kami, mudahan-mudahan bisa membantu keluarga saya disini, "sebut bupati seraya memberikan beras kepada keluarga Yasnawati. Sambil memegang karung beras yang dikasihkan bupati, nenek itu terus menatap bupati dan spontan mengeluarkan air mata.

Melihat pipi nenek itu penuh berlinangan air mata, anak dan cucunya juga ikut menangis, terharu melihat kedatangan bupati yang penuh berkeringat itu. “Duduklah nak!, kata nenek itu kepada bupati Irfendi Arbi, sambil menyuruh anak dan cucunya memasang tikar yang sudah lusuh dan terlihat sedikit robek”.

Melihat keluarga tersebut mengeluarkan air mata, bupati Irfendi Arbi mencoba mengusir kesedihan itu dengan mengalihkan pembicaraannya, dengan menanyakan, siapa yang berladang dikebun ini nek?. Jawab nenek, kami sekeluarga. Maaf kata nenek itu, saya panggil siapa ya, jawab anak dan cucunya, panggil pak bupati nek!.

Mendapat bantuan dari bupati itu, Jusmanian tak kuasa menahan haru, terlihat dirinya terus menghapus air matanya, sambil sekali-kali memeluk bupati Irfendi Arbi. "Jangan nangis nek, jangan sampai ada lagi air mata, saatnya kita tersenyum," ujar bupati

Akhirnya nenek yang sudah lama merindukan akan kehadiran bupati itu, terwujud jua. Secara spontan pula nenek dan keluarga tersebut langsung memeluk bupati dan menepuk-nepuk badan bupati. Usai berpelukan, barulah nenek tadi tersenyum dan bahagia.

Kemudian, bupati Irfendi memberikan kepada nenek Jusmanian, dihadapan nenek itu bupati juga memberikan sejumlah uang. "Sehat selalu ya nek!, tetap semangat. Ini ada sedikit bantuan untuk nenek, mudah-mudah dapat membantu,jangan lupa makan yang banyak agar tetap sehat," pesan bupati.

Kepedulian terhadap warganya, selama bulan Suci Ramadhan ini, bupati Irfendi Arbi terus mengunjungi warga-warga miskin di daerahnya. Hebatnya, bupati tak kenal lelah, meskipun panas teriknya matahari sangat mencekam. Buktinya, di bulan penuh berkah itu bupati, ihklas memangkul karung beras untuk dibagikan-bagikan kepada warganya yang membutuhkan.

Dikesempatan itu, bupati Irfendi Arbi didampingi Joni Amir beserta staf, mengatakan, saya rela berjalan ratusan meter melewati jalan tanah sambil memangkul beras demi bertemu dengan warga saya.Parahnya, jalan tanah yang dilalui bupati terbilang terjal dan licin.

"Saya tidak ingin, ada warga saya yang kelaparan, apalagi disaat bulan suci ramadhan,"ujar bupati kepada sejumlah wartawan ketika mengantarkan beras ke salah satu rumah warga miskin di Jorong Hulu Air itu.

Mudah-mudahan ini meberikan harapan dan mengapus kepiluan untuk masyarakat. Dan mudah-mudahan pula masyarakat dirantau juga ikut tergerak membantu masyarakat kita, sehingga masyarakat di kabupaten Lima Puluh Kota ini tidak ada yang kelaparan lagi.

Yasnawati dan Jusmanian ketika dimintai komentarnya terkait kedatangan bupati kerumahnya, mengaku kaget dan terharu. Menurutnya, kedatangan bupati ini benar-benar manjadi obat pilu bagi dirinya. 

"Kita tidak menyangka bakal kedatangan bupati, ini baru pertama kali rumah saya didatangi orang penting seperti bupati. Mewakili keluarga saya mengucapkan terimakasih, mudah-mudahan amal ibadah bupati dilipat gandakan nantinya," ujarnya.

Sementara itu, Hendra, Wulan, dan Yus di Jorong Hulu Air itu, merupakan warga sekitar yang melihat bupati mendatangi sejumlah rumah warga miskin didaerahnya, juga mengaku bangga dengan kepedulian bupati Irfendi Arbi. 

"Saya tidak menyangka, bupati bakal datang seperti ini. ini satu-satunya bupati yang saya lihat turun langsung menghampiri masyarakatnya di Kabupaten Limapuluh Kota, semangat terus pak, teruslah berjuang demi rakyat," ujar mereka terharu. 

Sebelumnya, bupati Irfendi Arbi, juga terpanggil jiwanya untuk melihat dan melepaskan beberapa orang warga Lima Puluh Kota, yang hidupnya bertahun-tahun dipasung, karena menderita sakit jiwa. Usai dilepas bupati langsung dibawa ke rumah sakit jiwa. (Nura)