BIJAK ONLINE (LIMA PULUH KOTA)----Bermimpi tampil di tingkat nasional, setidaknya tingkat propinsi. Namun apalah daya, mimpi belum juga menjadi kenyataan. Ungkapan penuh makna itu, disampaikan warga jorong Sampanjang, nagari Sei Rimbang, kecamatan Suliki kepada tim VIII safari ramadhan, di mesjid Mujahidin setempat, Rabu (31/5) malam.

Lalu mimpi apakah yang hendak dicapai warga tersebut? Ternyata warga jorong Sampanjang ingin putra-putri mereka jadi juara lomba MTQ tingkat nasional, seperti yang diperoleh Lismaeni, Usmar, Inang Dayeni dan lain sebagainya. Sungguh besar niat baik warga jorong Sampanjang itu.

“Jika dihitung-hitung, kami sudah berbuat dan melatih anak-anak agar pintar mengaji irama dan naik pentas ke tingkat nasional. Namun, kami tidak punya guru irama. Untuk itu, dalam kesempatan ini, kami berharap kepada rombongan tim VIII safari ramadhan untuk dapat kiranya mendatangkan guru irama, “ujar Darmis (65) salah seorang warga jorong setempat kepada rombongan tim VIII safari ramadhan.

Dipaparkan Darmis, minimal 1 kali 15 hari atau sekali dalam satu bulan, kami meminta agar mendatangkan guru irama. Kami ingin dan rindu, agar salah seorang warga jorong Sampanjang menjadi juara di tingkat nasional.

“Di TPA ini, kami telah punya puluhan santri, tetapi baru bisa tampil di tingkat kecamatan. Kedepan, kami ingin juara, semuanya itu tentu butuh guru irama. Dikatakan cemburu dengan jorong dan nagari lain, tentu ia, kenapa mereka bisa, sementara kami tidak. Setelah kami ukur-ukur, ternyata kami tidak ada guru irama, “ujar Darmis.

Senada dengan itu, juga disampaikan Yuni Farion (54), untuk menjadi juara lomba MTQ tingkat nasional atau tingkat propinsi, tidak cukup dengan membawa sporter saja, tetapi juga mampu bersaing dengan kualitas bagus, suara yang merdu dan tidak gerogi.

“Kami yakin, dengan mendatangkan guru irama, kami mampu untuk menjadi juara. Tetapi bagaimana caranya. Mumpung tim safari ramadhan berkunjung ke jorong yang belum pernah juara lomba MTQ ini, kami memohon tolonglah datang kami guru irama, “harap Yuni Farion.

Mendengar keluhan para induak-induak tentang butuhnya guru irama di jorong Sampanjang, membuat berdirinya bulu roma para jemaah dan langsung dijawab camat Suliki Ricky Edwar. Apa yang disampaikan ibu-ibu tersebut, sama dengan harapan kita semua, tidak ibu-ibu saja yang ingin seperti itu, saya sebagai camat juga ingin menjadi yang terbaik di kecamatan Suliki ini.

“Meskipun demikian, saya berjanji akan mendatangkan guru irama secepatnya. Kemudian juga akan berkoordinasi dengan Kemenag atau dinas terkait. Inilah hikmahnya kedatangan tim safari ramadhan, apa yang menjadi hambatan bagi warga dapat diserap pada malam ini, kemudian ditindak lanjuti seepatnya “ujar Ricky.

Ditambahkan ketua tim VIII safari ramadhan dr. Erdison, berbicara terhadap ingin juara lomba MTQ tingkat nasional, kami rasa semua kita berkeinginan seperti itu, namun masalahnya tentu bergantung kepada guru yang mengajarnya.

“Aspirasi butuh guru irma yang disampaikan para ibu-ibu jorong Sampajang ini, kami ucapkan terima kasih atas informasinya, ini harus cepat terealisasi. Sebab, keinginan warga disini untuk menjadi yang terbaik dibidang pembacaan ayat suci Alquran sangat tinggi. Tujuannya terlihat, jika pernah menjadi juara tingkat nasional, tentu, daerah ini punya asset yang dapat dibanggakan dan dikembangkan secara turun temurun. Disamping itu, nama jorong terangkat kepermukaan, “ujar Erdison. (Nura)