BIJAK ONLINE (Pasaman)-Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasaman, Drs Azari membantah adanya dugaan adanya fee 10 persen bagi setiap rekanan yang mendapatkan paket proyek di dinasnya.

"Itu hanya isu saja, karena uangnya kan tak jadi diterima," kata Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Pasaman, Drs Azari  ketika dikonfirmasi Tabloid Bijak, Selasa, 13 Juni 2017.

Menurut Azari, macam-macam tuduhan itu hanya dugaan saja. "Tuduhan rekanan yang mengatakan ada fee kan tanpa bukti dan bahkan kedua orang itu kan bersaudara," katanya.

Sementara Mukhlis BL aktifir LSM Topan RI menjelaskan, kalau masalah dugaan fee di DInas Pendidikan dan Kebudayaan tersebut sudah dilaporkannya kepada Bupati Pasaman, Yusuf Lubis. "Kata pak bupati, seharusnya persoalan fee itu tidak ada. Kalau pun ada si pelaku akan saya tindak," kata Mukhlis menyampaikan komentar bupati melalui handphone.

Sedangkan berdasarkan informasi yang dirangkum Tabloid Bijak di sinyalir ada praktek meminta fee proyek di DInas Pendidikan dan Kebudayaan Pasaman.  Bahkan, nilai fee proyek itu 10 persen. "Yang hebatnya, fee yang 10 persen harus diserahkan dimuka, kalau ingin dapat paket proyek," kata salah seorang rekanan berinisial S ketika menghubungi Tabloid Bijak. 
Kata sumber itu, dirinya, Selasa, 6 Juni 2017  sekitar jam 11.00 WIB  siang berkunjung ke DInas Pendidikan dan Kebudayaan dengan tujuan meminta paket proyek PL . Waktu itu dirinya diterima Kabid Dikdas dan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan. "Saya waktu diminta fee 10 persen sementara saya hanya punya uang 5 persen," katanya.. 

Tapi saat itu, dana 5 persen ditolak oleh kabid dikdas. "Pegang sajalah uang itu dulu. Semua rekanan yang dapat paket, semuanya stor 10 persen," kata sumbar berinisial S tersebut, semebari menerangkan pejabat itu berinisial HH.(fauzan)