BIJAK ONLINE (Padang)–Tuduhan yang bernuansa fitnah yang telah dikoarkan dokter Fiera Lovita, ternyata punya dampak negatif yang sangat dahsyat terhadap citra etnis orang Minang Sumatera Barat. Kenapa? Karena dokter Fiera Lovita yang menyebutkan dirinya mengalami tindakan persekusi oleh sejumlah orang dari sebuah ormas, di Kabupaten Solok, tanpa fakta. 

Untuk menguak persoalan yang sebenarnya, kasusnya akan ditayangkan di Trans 7 berbentuk Flem Televisi (FTV) dengan judul Datuk Maringgih dan Telor Emas. "Tayangnya pagi, 29 Juni, 2017," kata Paxalle de Varco. 

Sementara persoalan hukumnya,  pihak Kepolisian Daerah Sumatera Barat telah memeriksa belasan saksi terkait dengan dugaan persekusi di Solok, 5 Juni 2017 lalu. , Sumatera Barat. Bahkan polisi telah memeriksa 11 orang sebagai saksi.

”Kasus (persekusi di Solok) ini masih dalam penyidikan. Sudah lebih dari 11 orang yang diperiksa,” ujar Kepala Subbidang Penerangan Masyarakat Polda Sumatera Barat Ajun Komisaris Besar Nina Martina, Senin, 5 Juni 2017 kepada media .

Fiera Lovita, dokter Rumah Sakit Umum Daerah Kota Solok, yang mengaku menjadi korban persekusi setelah menulis status di akun Facebook ini mengungkapkan kronologi yang ia alami pada publik melalui pernyataan pers di kantor YLBHI, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 1 Juni 2017.

Salah satu buntut dari penanganan persekusi di Solok, Kepala Polri RI Tito Karnavian memecat Ajun Komisaris Besar Polisi, Susmelawati Rosya dari jabatan Kepala Polres Kota Solok. Dia digantikan Ajun Komisaris Besar Polisi, Dony Setiawan, yang sebelumnya menjabat Kanit II Subdit IV Direktorat Tipidnarkoba Bareskrim Polri.

Masyarakat Sumatera Barat banyak geram dan menyesalkan atas sikap yang ditunjukkan oleh wanita yang akrab dipanggil dokter Lola tersebut. Tak hanya balasan komen di media sosial dan aksi damai. Sejumlah tokoh pun angkat bicara. 

Menurut mantan anggota DPR RI,  Taslim Chaniago, apa yang telah dilakukan dokter Fiera telah mencoreng wajah Sumatera Barat yang indah dan damai. Seharusnya berpikir dulu sebelum membuat status.

“ Ia ( dr. Fiera Lovita_red) telah mencoreng muka Sumbar yang terkenal indah dan damai. Dokter itu telah bertindak diluar kompetensinya sebagai dokter,” sebut Taslim kepada media ini, Rabu 28 Juni 2017.

Pria kelahiran Baso ini sangat menyesalkan sikap bodoh dan ceroboh dokter Fiera yang mengaku merasa tertekan setelah mengalami persekusi berupa teror dan intimidasi. Taslim menyebut tidak ada terjadi persekusi di Solok, apalagi dialami dokter itu. 

“ Tidak ada persekusi di Solok atau persekusi yang diterima dokter Fiera. Jika dokter Fiera memang mengalami persekusi, silahkan tunjukkan bukti. Minangkabau ini identik dengan Islam dan sangat menjunjung tinggi nilai nilai agama. Para ulama sangat di tauladani.

Sementara itu, pernyataan pihak kepolisian pun searah dengan Taslim. Sebab persekusi itu berbentuk fisik dan berkasnya bisa dibuktikan.“Kami akan jemput bola untuk BAP dokter Fiera,” ujarnya. Menurut dia, polisi juga akan memeriksa langsung dokter Fiera Lovita. Pemeriksaan ada kemungkinan akan dilakukan di Jakarta.

Neni mengatakan penyidikan ini bertujuan memastikan adanya persekusi di Sumatera Barat. Sebab, ia menilai belum terjadi persekusi di daerah ini, termasuk di Kota Solok. Neni menuturkan, persekusi itu dalam bentuk fisik. Ia mencontohkan seseorang yang menampar dan ada yang ditampar.  (Pax)