BIJAK ONLINE (PAYAKUMBUH)—Kepala Bappeda Rida Ananda mewakili Walikota Riza Falepi dari TSR tim 1 berkunjung ke Masjid Ihsan Tanjung Gadang Sungai Pinago, Kamis (1/6), dinilai warga tak nyambung apa yang dikeluhkan. Keluhan warga menyampaikan air minum PDAM yang sering mati pada saat sangat diperlukan dan drainase yang sering tersumbat.

Anggota tim lainnya yang ikut berkunjung Kakan Kemenag Asra Faber, Wakil Ketua DPRD Suparman, Ketua KPU Payakumbuh Muhammad Kadafi, Kepala BPJS Payakumbuh Dahidin Kabag Kesra Ipendi, serta Ustad Rusli sebagai penceramah. 

Dalam kesempatan tersebut, salah seorang warga bernama Yunus, mengeluhkan air minum dari PDAM sering mati. “Terlebih lagi pada waktu pagi dan sore hari. Padahal pada waktu-waktu tersebut, kami membutuhkan debit air yang lebih banyak untuk keperluan kami,” ujar Yunus. Selain itu, Yunus juga mengeluhkan aliran air got di balai nan duo yang tidak lancar serta drainase di jalan semarang roboh dan sering tersumbat.

Menanggapi keluhan tersebut, Rida Ananda mengatakan, Pemko telah merencanakan untuk membuat embung di daerah Limbukan dan Aua Kuniang. “Debit air dari sumber air terdahulu seperti Air Tabit tidak bisa maksimal. Debit air untuk Payakumbuh telah dibatasi. Untuk itu, sebagai cadangan Pemko akan membuat embung sebagai persiapan apabila debit air untuk PDAM tidak mencukupi,” kata Rida. Lebih dari itu, kedepannya Pemko juga akan merencanakan mendaur ulang air dari Batang Agam. 

Setelah Rida Ananda menjawab pertanyaan masyarakat, seperti yang disampaikan Yunus, dia menanyakan tentang air PDAM sering mati pada jam tertentu, eh malah yang dijawab masalah rencana pemko akan membuat embung. Kalau masalah embung, itu jangka lama, bukan solusi tentang air yang sering mati saat ini.

“Sekarang lapar, masak esok makannya, ujar masyarakar seraya mengeruti jawaban Rida Ananda, bearti apa yang disampaikan Yunus tak nyambung, dan kita tak bisa berbuat banyak, hanya itu jawabannya, apa boleh buat, padahal kami mohon apa solusinya terkini, “ujar warga. (Nura)