BIJAK ONLINE (PAYAKUMBUH)--Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Payakumbuh AKBP Firdaus, menjelaskan, tentang bahaya Narkoba bagi masyarakat dan negara. Narkotika dan obat-obatan terlarang adalah salah satu musuh negara yang harus diperangi bersama. Saat ini Indonesia sedang dalam keadaan darurat Narkoba.

“Terlalu besar beban dan biaya yang harus ditanggung negara ini akibat ancaman narkoba, ibarat peperangan saat ini sedang terjadi proxy war yaitu menggunakan kekuatan pihak ketiga untuk melemahkan negara lainnya. Berdasarkan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), narkoba ini adalah barang haram untuk dikonsumsi, “ujar Firdaus di mesjid Ar Ruhamah, di Kelurahan Sungai Durian, Kecamatan Lamposi Tigo Nagari, baru-baru ini.

Fatwa MUI itu, narkoba adalah barang haram sebagai mana yang telah difatwakan pada tahun 1976 silam. Maka dari itu kami mengajak kembali para khatib dan penceramah untuk terus mengingatkan umat akan ancaman nyata dari narkoba ini.

Menurut Firdaus dari hasil penelitian BNN dan Universitas Indonesia baru-baru ini bahwa pecandu narkoba telah menyentuh 4,5 juta pengguna. Dan di Sumatera Barat sendiri pecandu narkoba ada sekitar 63.500 orang pada tahun 2014.

Firdaus kembali mengajak warga untuk terus mengawasi keluarga dan lingkungan tentang bahaya Narkoba. Marilah selalu kita awasi anak-anak, remaja, lingkungan sekitar kita agar jangan jatuh kepada ancaman barang haram ini. 

“Bagi anggota keluarga yang terkena narkoba untuk segera direhabilitasi. Informasikan kepada kami jika ada dari anggota keluarga yang teridentifikasi maupun yang terekan narkoba. Kami tekankan kembali mari bersama-sama mengawasi peredaran narkoba ini, dan laporkan kepada pihak berwajib dengan segera,”tegas Firdaus. (Nura)

google+

linkedin