SEJAK beberapa bulan lalu, nama adik kandung Gubernur Sumatera Barat, Prof DR H Irwan Praytino, Khairul Ihkwan dan Adip Alfikri telah disebut-sebut bakal maju menjadi calon wakil Walikota Padang, berpasangan dengan Mahyeldi Ansuarullah yang masih bertahta sekarang. Bahkan, kedua adik kandung gubernur tersebut disebut-sebut juga telah melakukan berbagai manuver politik diberbagai kelurahan dan kecamatan, serta telah tebar pesona diberbagai LSM, OKP dan Ormas, ditambah partai politik.

Yang menariknya, di media sosial kedua adik kandung gubernur tersebut, telah pula menjadi gunjingan dan bahan ciloteh di face book, WhatsApp, twiter dan kadai kopi, serta palantan tampek bukumpuanyo anak nagari dan rang mudo. DIantara ciloteh anak nagari tersebut, ada yang mendukung Khairul Ihkwan dan adapula yang suka dengan Adip Alfikri. 

Secara politik, memang tak ada rambu-rambu hukum yang dilanggar. Bahkan, beberapa waktu lalu Mahkamah Konstitusi melegalkan politik dinasti dalam Undang-Undang No. 8 Tahun 2015 tentang Pilkada. 

Sebagai warga Kota Padang, baik Khairul Ihkwan dan Adip Alfikri memang punya hak maju di pilwako Padang. Kenapa? Karena keduanya punya hak sama dengan warga Kota Padang Lainnya. Bedanya dengan warga yang lain, karena keduanya adik kandung Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno. Justru melarang keduanya maju, akan terjadi pelanggaran HAM.

Jika memang jadi keduanya maju, jelas fakta ini akan menyulitkan Gubernur Sumbar dalam menentukan sikap dan dukungannya. Kenapa? Karena keduanya sama-sama adik kandung dari satu ayah dan ibu. Begitu juga dengan PKS, serta kawan sekampung, sama sekolah dan sama-sama alumni, baik bagi Khairul dan Adip Alfikri.

Kalau bagi media dan wartawan, rasanya tak pula terlalu masalah. Semuanya tergantung siapa yang mau memasang iklan jor-joran dan dukungan pemberitaan. Begitu juga bagi partai politik yang punya kursi di DPRD Kota Padang. Tegasnya, sangat tergantung dengan kepeng alias pulus.

Kalau kita melihat dari rekam jejak keduanya, dari sisi politik, Khairul Ihkwan lebih berpengalaman dari Adip Alfikri. Kenapa? Karena Khairul Ihkwan pernah menjadi anggota DPRD Kota Padang dari Partai Keadilan yang melebur diri jadi PKS, 1999 lalu. Bahkan, Khairul Ihkwan termasuk kader PKS yang setia dengan partainya. 

Di dunia pendidikan Khairul Ihkwan juga telah S2 dan termasuk kader PKS yang ikut memperjuangkan partainya mendapatkan lima kursi di DPRD Padang. Bahkan, Khairul Ihkwan termasuk yang sukses mengantarkan Mahyeldi Ansarullah menjadi Walikota Padang bersama Muhidi yang sekarang menjadi Wakil Ketua di DPRD Padang.

Tapi kalau bicara birokrasi, memang Adip Alfikri bisa dikatakan lebih unggul. Kenapa? Karena Adip Alfikri punya pengalaman diberbagai kantor, seperti di Dispora, DPKA dan sekarang dipercaya Mahyeldi sebagai Kepala Dinas Pendapatan Daerah atau dispenda. Bagi Adip Alfikri, dunia birokrasi sudah dilaluinya dengan profesional. Bahkan kerjasamanya dengan Mahyeldi sudah berjalan lebih kurang dua tahun. 

Yang hebatnya, baik Khairul Ihkwan maupun Adip Alfikri punya sikap yang sama tentang keinginannya majunya di Pilwako Padang. Kalau Khairul Ihkwan menegaskan, keinginannnya untuk maju selain ingin mengabdi di kampung leluhurnya sebagai wakil, juga ada dorongan dari teman-teman, baik separtai maupun teman sesama anak nagari kuranji. 

"Siapa yang akan menjadi walikota dan wakil kota itu, sudah tertulis di luhmahfuz," katanya ketika ditanya tentang keinginannya untuk maju di Pilwako. 

Kemudian, kata Khairul Ihkwan, dirinya hanya berusaha menjalani proses demokrasi sesuai perundangan KPU. "Saya hanya berusaha membangun komunikasi dengan masyarakat yang punya hak suara dan sekaligus sebagai penentu," tambahnya, sembari menambahkan, kepastiannya untuk bersikap maju, sangat tergantung dengan hasil polling.

Sementara Adip Alfikri menyebutkan, kalau keinginannya maju lebih untuk kian memperkuat dukungan masyarakat kepada Mahyeldi. "Saya menilai, pak Mahyeldi idealnya didampingi anak nagari dari Padang pinggiran, seperti sekarang ini yang berpasangan dengan pak Emzalmi," kata mantan Ketua KNPI Sumbar ini.

Sebagai konsekwensi maju, Adip Alfikri pun dengan tegas menyatakan siap mundur sebagai ASN dan sudah memikirkan permasalahan itu secara matang dan profesional. "Saya siap mundur kok," tegas adik ketiga dari Irwan Prayitno ini.

Kini, dari fakta yang ada, tinggal bagi masyarakat sebagai eksekutorr. Mau pilih Khairul Ihkwan atau Adip Alfikri berpasangan dengan Mahyeldi. Atau ada calon lain? . Sebagai tolak ukur sekilas, mari kita tunggu hasil survey. (Penulis wartawan tabloid Bijak dan Padangpos.com)