BIJAK ONLINE (Padang Pariaman)—Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, mengatakan, sudah ada pemimpin daerah, bupati/wakil bupati/walikota/wakil walikota yang pacah kongsi di Sumatera Barat, baru satu tahun setengah, berjalan masa kepemimpinannya.  

Hal itu disampaikan Nasrul Abit pada acara letakan batu pertama pembangunan Mesjid komplek Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih (PTSW SNA) Sicincin, Kamis (8/6/2017).

"Tadi malam saya sudah tanda tangani surat pemeriksaan kepala daerah, Sekda dan Kepala OPD terkait di Sumbar. Surat pemeriksaan tentang hubungan antara pejabat negara tsb. Masak 1 tahun setengah sudah ada yang pecah kongsi. 


Nasrul Abit, dalam sambutannya mengatakan, masyarakat Padang Pariaman, harus bangga dengan kepemimpinan Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni, duet dengan Wakil Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur,  atas kinerjanya dalam memajukan pembangunan  daerahnya.


Dikatakan, pasangan Bupati Ali Mukhni dan Wabup Suhatri Bur,  merupakan  pasangan yang ideal dan bisa disebut terbaik untuk Sumatera Barat saat ini. Bahkan bisa disebut pasangan  harmonis, pandai menempatkan diri dan mengetahui tugas dan fungsi masing-masing.


Semestinya, masing-masing harus tahu posisi dan pandai menempatkan diri. Mudah-mudahan setelah pemeriksaan nanti, pecah kongsi dan disharmoni antara pejabat negara di daerah Sumbar ini kembali membaik dan mulai fokus memikirkan masyarakatnya.

Terkait dengan kinerja Ali Mukhni, Nasrul memuji dengan kalimat: "Ali Mukhni Tiada Lawan!"

"Padang Pariaman ini luar biasa. dulu, waktu saya masih Bupati Pesisir Selatan, kami kejar kejaran menggaet dana dari APBD Provinsi, APBN atau investor. Sekarang Ali Mukhni tidak ada lawan,"

"Saya sempat panas juga ketika Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendikia akhirnya diputuskan di Padang Pariaman. Padahal saya juga sudah menyiapkan lahan yang cukup luas di Pessel," katanya lagi mengenang. "Rupanya lobynya lebih hebat dari saya," imbuh Nasrul disambut tepuk tangan hadirin.

Menurut Nasrul, Untuk membangun daerah, tidak bisa hanya mengandalkan APBD kabupaten/kota saja atau DAU DAK. Perlu tambahan dana segar lainnya dari luar APBD daerah.

Dikatakan, Kalau ada pemimpin yang hanya mengandalkan APBD daerah saja bagi saya itu bukan pemimpin," tukasnya.

"Kepala Daerah lain kerjanya pencitraan melulu. Silakan pencitraan tapi dalam bekerja. Ini pencitraan saja kerjanya tidak ada," kata Nasrul lagi.

Terkait dengan rencana pengembangan kawasan Tarok City, Nasrul Abit mendukung penuh.

"Ini luar biasa. Saya sangat mendukung karena selain perguruan tinggi di Sumbar akan kumpul di sini, juga akan ada Diklat ASN seluruh Indonesia, Diklat BPN, Diklat Kejaksaan, Diklat Kemendagri. "Ini akan menjadi yang terbaik di Sumbar,"

Menurut Nasrul, posisi Padang Pariaman sangat strategis karena Padang Pariaman ini dekat dengan Bandara, posisinya strategis. Kalau daerah lain kan jauh dan tidak strategis.

Hadir pada waktu itu Kepala Dinas Sosial Sumbar Abdul Gafar, Kepala Dinas Sosial Kabupaten padang Pariaman, Kepala Satpol PP Padang Pariaman, Kapolsek 2 x 11 Enam Lingkung, Danramil 2 x 11 Enam Lingkung, tokoh masyarakat Nagari Sicincin. (rel/amir)

google+

linkedin