BIJAK ONLINE (Padng)-Zulakmal Rajo Jambi yang akan maju melalui jalur independen bersama Khalil Chaniago sudah menegaskan akan menolak setiap pinangan partai politik yang berniat mengusungnya untuk mengadu peruntungan di Pilwako Padang, 2018-2023 mendatang. 

"Kami pasangan Nakhal telah bertekad maju melalui jalur independen dan akan menolak setiap piangan partai politik, yang akan menjadi partai pengusung," kata Zulakmal Rajo Jambo yang didampingi ketua Timsesnya, Zulhendri Ismet Rajo Bungsu ketika berkunjung ke Posko BOM, Minggu, 11 Juni 2017.

Menurut Zulakmal, tekadnya untuk berkompetisi di Pilwako Padang sudah diproklamirkan setahun yang lalu dan juga timsesnya sudah melakukan penggalangan dukung kepada masyarakat. "Setahu ambo, Partai politik ko aka eeee banyak. Lah banyak kawan yang kanai di injure time yang tangango alias terkangkang ditinggalan partai politik disaat akan mendaftar di KPU," kata anak Kuranji bersuara lantang ini.

Tapi, kata Zulakmal, memang tidak semua politisi partai yang berprilaku bagaikan politisi busuk tersebut. Bahkan, masih ada juga partai yang komitmen dan konsekwen. "Pertimbangan kami menolak dukungan partai, lebih pertimbangan logis juga, seperti kepeng-kepeng dan orang partai tentu lebih mengutamakan kadernya untuk didukung," paparnya. 

Kemudian, kata Zulakmal lagi, tujuannya datang ke Posko BOM bersama ketua timsesnya Zulhendri Ismet, lebih untuk menjalin komunikasi yang harmonis dengan BOM dan wartawannya. "Yang jelas, wartawan dengan medianya punya peranan penting untuk mengantarkan calon untuk menggapai kursi kekuasaanya," tambahnya.

Semoga dengan berkunjug ke Posko BOM, menjadi bahan berita oleh media, termasuk Tabloid Bijak.com. "Tertumpang salam persahabatan saya dengan semua wartawan media online yang tergabung di Serikat Media Siber Indonesia Sumatera Barat," kata Zulakmal Rajo Jambi.

Berdasarkan kajian politik timses Nakhal, kata Zulakmal, bakal lawan yang menjadi perhitungan, hanya pasangan Mahyeldi-Adip Alfikri, dan Emzalmi-Desri. "Kalau pasangan yang lain itu, ndak pulo kami pikian doh, baaa gakti," katanya sambil tertawa terbahak-bahak.

Sementara Ketua Timses Nakhal, Zulhendri Ismet enggan berkomentar banyak. Alasannya, belum saatnya dirinya berkomentar. "Salah-salah berkomentar bisa gawa juo jadi eeee," kata pendekar dari Kuranji ini. (PRB)