BIJAK ONLINE (PAYAKUMBUH)---Selama dua hari berturut Senin-Selasa (6-7/6), Kementerian Agama kota Payakumbuh mengadakan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) untuk siswa madrasah dan pondok pesantren se kota Payakumbuh, bertempat diaula Kemenag kota Payakumbuh. 

LDK dengan tema membentuk kader-kader pemimpin yang berkualitas, akademis, berkompeten, bertanggungjawab, berdedikasi, dan berakhlakul karimah itu menghadirkan pemateri dari kepala daerah yang ada di Sumbar, diantaranya Walikota Payakumbuh Riza Falepi, Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah, Bupati Agam Indra Catri, dan Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi.

Kepala Kemenag kota Payakumbuh, Asra Faber kepada wartawan, diruang keejanya, Rabu (8/6), menyampaikan, kegiatan LDK guna untuk mengkader pemimpin Indonesia di masa depan. “Sebab bangsa kita butuh pemimpin yang bukan sembarang pemimpin. Namun pemimpin yang amanah sehingga bermanfaat bagi orang banyak,” ujarnya.

Saat ini sudah gencar dan gebyar gerakan tahfidz. Bahkan hafidz terbaik diumrahkan oleh Walikota. “Selama menjabat kepala kemenag di 3 daerah, saya lihat Payakumbuh begitu luar biasa. Perhatian kepala daerahnya terhadap pendidikan begitu tinggi sehingga Payakumbuh mendapatkan penghargaan sebagai pengelola pendidikan terbaik di Sumbar,” ujar Asra.

Sebelumnya, Walikota Payakumbuh, Riza Falepi, pada acara tersebut, mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan LDK yang diadakan Kemenag kota Payakumbuh. “Kegiatan ini sungguh luar biasa. Semoga menjadi amal shalih dan dibalas Allah SWT dengan pahala yang berlipat ganda di bulan ramadhan ini,” ujar Riza.

Setelah membuka acara LDK secara resmi, Riza Falepi langsung didaulat untuk memberikan materi kepemimpinan di hadapan ratusan siswa peserta LDK. Di awal materi, Riza menceritakan tentang sejarah kepemimpinan yang dimiliki oleh peradaban Islam di masa lalu. Mulai dari kepemimpinan Rasulullah, Khulafaur Rasyidin, Umayyah, Abbasiyah hingga Utsmaniyyah di Turki. 

Menurut Riza, para siswa harus mempelajari sejarah kepemimpinan Islam karena peradaban Islam menghasilkan khazanah kepemimpinan yang begitu luas dan dalam untuk digali, seperti seorang khalifah bisa mensejahterakan rakyatnya dalam masa waktu dua tahun saja. 

“Zaman sekarang dan masa yang akan datang adalah zaman yang paling menarik bagi kepemimpinan generasi muda Islam. Karena tantangannya adalah mewujudkan kembali kepemimpinan Islam. Untuk itu, sangat dibutuhkan kader-kader kepemimpinan Islam yang begitu banyak untuk mewujudkan hal tersebut, “ujar Wako Riza. (Nura)