BIJAK ONLINE (Padang Pariaman)---Pembangunan Kawasan Pendidikan Tinggi Tarok City, Nagari Kapalo Hilalang, Kecamatan 2x11 Kayutanam, Kabupaten Padang Pariaman, yang digagas Bupati Padang Pariaman, Drs. H. Ali Mukhni, duet dengan Wakil Bupati Suhatri Bur, SE, MM, merupakan pembangunan yang didambakan masyarakat kampung dan rantau, untuk meningkatkan perekonomian  masyarakat Padang Pariaman, khususnya dan Sumatera Barat pada umumnya.

Kawasan yang dikenal Tarok City seluas 697 hektar itu merupakan jawaban atas ketersediaan lahan untuk pembangunan skala besar. Artinya Bupati Padang Pariaman, Ali Mukhni berperan aktif dalam memajukan Sumatera Barat, dengan menyediakan tanah yang bebas tanpa ganti rugi, statusnya clear and clean sehingga siap bangun kapan saja. 

Tokoh masyarakat Nagari Kapalo Hilalang, Asrizal Dt. Penghulu Basa, dalam wawncara khusus beberapa waktu lalu di Los Lambuang Pasar Kuraitaji,  mengatakan, sebagai tokoh masyarakat kami sangat mendukung rencan besar Bupati Ali Mukhni melakukan sesuatu yang tak pernah terpikirkan, selama ini  ternyata Ali Mukhni mempunyai ide cemerlang untuk membangun kawasan tersebut. 

Hal senada juga disampaikan Khairul Amri Sutan Marlaut, salah seorang pemuka masyarakat Korong Tarok Nagari Kapalo Hilalang, pada tempat yang sama, tidak ada yang perlu diragukan, untuk mela njutkan rencana Pembangunan Kawasan Pendidikan Tinggi Terpadu yang disebut dengan Tarok City, karena ini merupakan pembangunan untuk generasi mendatang. 

“Tidak mudah membawa proyek sebesar ini ke daerah, kan bisa dibayangkan, beberapa kampus perguruan tinggi akan berdiri dengan megahnya, termasuk pembangunan rumah sakit berskala besar, apabila ini terwujud pasti semua masyarakat Nagari Kapalo Hilalang yang pertama kali akan menikmatinya,” ujar Sutan Marlaut.

Prof. Dr. H. Duski Samad, M.Ag, Tuaanku Mudo, guru besar IAIN IB Padang, ugang awak Pariaman yang berdomisili di Kota Padang ketika diminta komentarnya Kamis (11/5/2017) sekaitan  gunjang ganjing persiteruan antara tanah  Negara dan tanah ulayat di Nagari Kapalo Hilalang, katanya, kalau semua pendekatan telah dilalui Pemda Padang Pariaman, sebaiknya masyarakat tidak memperkeruh suasana lagi.
Menurut Duski Samad, pembangunan  Kawan Pendidikan Tinggi Negeri yang direncanakan di Kawasan Tarok City, akan membawa dampak positif terhadap anak cucu dan kemanakan  masyarakat Nagari Kapalo Hilalang pada masa  mendatang, khususnya.

“Bisa dibayangkan, berjumlah  gedung bertingkat akan berdiri dengan megahnya disitu nanti dan berapa banyak orang yang datang kesitu, mungkin bisa puluhan ribu. Kalau pun tidak sekolah tinggi masyarakat Kapalo Hilalang, akan dapat pekerjaan, minimal menjadi satpam dan tukang taman, serta tukang sapu,” ujar Duski Samad, mengakhiri.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (LHPKPP), Kabupaten Padang Pariaman, Ir. Yuniswan, M.Si, mengatakan, persoalan  tanah pembukaan badan jalan ke lokasi Kawasan Pendidikan Tinggi Terpadu Tarok City, tidak ada lagi masaalah dan semua tanah mayarakat yang terkena imbasnya sudah membuat surat pernyataan di atas materai 6000.

Hal itu disampaikan Yuniswas, ketika bincang-bincang dengan  Bijak online di ruang kerjanya, Selasa (9/5/2017)  sekaitan, masih ada isu  gunjang ganjing, soal status tanah di Nagari Kapalo Hilalang Kecamatan 2x11 Kayutanam tersebut.

Dikatakan, jumlah masyarakat yang bakal menerima  ganti kerugian dari pebukaan  badan jalan selebar 75 meter itu, terdiri  dari dua ategori yaitu  pemilik lahan dan penggarap lahan  yang dikatakan, pemilik lahan, pemilik tanah  kaum harta pusaka atau pembelian dari tanah ulayat, berjulah  yang akan menerima ganti kerugian 38 orang.

Sedangkan masyarakat  penggarap lahan, ini warga yang berusaha dan berkebun di atas tanah negara, berjumlah  33 orang, mereka akan menerima ganti kerugian tanaman dan bangunan, sesuai dengan harga yang ditetapkan oleh Tim vervikasi dan sampai  kini masih dalam tahap proses administarasi pembayaran.

Bagi masyarakat pemilik lahan, sebagian besar tanahnya belum bersertifikat, untuk menetapkan harga dan supaya jelas keaabsahan tanah tersebut, kini sedang diproses pembuatan sertifikatnya oleh Pemda Padang Pariaman, tanpa dikenakan biaya dan semua biaya yang timbul tanggung jawab Pemda Padang Pariaman. “Apabila surat tanah (sertifikat selesai  baru diberikan biaya ganti kerugian mereka,” ujar Yuniswan.

Masyarakat yang tanahnya bakal menerima ganti kerugian dan tanaman serta bangunan, baik  pemilik lahan dan penggarap lahan, mereka sudah membuat surat pernyataan menyatakan bersedia mendukung penuh rencana Pemda Padang Pariaman, untuk mewujudkan Kawasan Pendidikan Tinggi Negeri Terpadu Tarok City.

Pernyataan mereka juga diketahui Wali Nagari Kapalo Hilalang Taufik bersama dengan Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Kapalo Hilalang, H. Sy, Dt. Panduko Sinaro dan Camat 2x11 Kayutanam, Ali Amri,  proses penyelesaian administarasi  surat menyurat  berjalan dengan baik  dan tidak ada yang menolak. “Buktinya mereka mau tanda tangan,” tukuk Yuniswan lagi.

Tahun  2017  merupakan tahun di mana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman sedang berkonsentrasi dan fokus mengerahkan energi, pikiran dan anggaran untuk mewujudkan pembangunan Kawasan Tarok City.

Tarok City adalah cita-cita besar Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni duet dengan Wakil Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur, dalam mensejahterakan masyarakatnya memanfaatkan sumber daya yang dimiliki sesuai peraturan perundang-undangan.

Jika melirik anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Padang Pariaman tahun 2017 yang berjumlah Rp1,4 triliun, sepertinya jumlah yang sangat besar.


Namun, angka itu bukanlah jumlah yang 100% diperuntukkan untuk biaya pembangunan. Di dalamnya ada gaji pegawai beserta tunjangannya sebesar 50%. Sisanya Rp700 milyar untuk pembangunan. 

Anggaran Rp700 milyar ini juga tidak sepenuhnya melekat kepada jembatan, jalan, bangunan dan lainnya. Masih ada 30% upah, honor, fee manajemen untuk pelaksana pembangunan.

“Apabila Mega Proyek ini tarok City terwujud, ribuan mahasiswa kan tinggal di Padang Pariaman, mulai dari Kapalo Hilalang, sampai ke Lubuk Alung, pasti akan banyak yang membutuh rumah kontrakan, artinya dengan demikian ekonomi masyarakat akan bergerak dan belum lagi berapa belanja mereka setiap hari,” ujar Ali Mukhni, pada acara buka puasa bersama di Pandopo, Jum’at (2/6/2017). (ajo amir)

google+

linkedin