Foto ilustrasi
BIJAK ONLINE (Padang Pariaman)---Sekretaris Dinas Badan Kepegawaian Daerah (DBKD) Kabupaten Padang Pariaman, Maizar, S.Sos, mengatakan Pemda Padang Pariaman, tidak ada memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada tenaga honorer atau tenaga kontrak, terhitung sejak Bupati tidak boleh lagi mengangkat pegawai honorer tersebut.

Hal itu disampaikan Maizar, menjawab pertanyaan Bijak Online di ruang kerjanya, Kamis (8/6/2017) sekaitan telah ditetapkannya oleh Pemerintah anggaran untuk pembayaran THR dan Gaji ke 13, bagi PNS dan pensiunan di seluruh Indonesia.

Dikatakan, Pemda Padang Pariaman, tidak ada lagi mengangkat pegawai honorer atau pegawai kontrak yang di SK kan Bupati Padang Pariaman, atas nama Pemerintah Daerah dan ini sudah memasuki tahun ketiga, karena sesuai aturan dan prosedur dari Pemerintah pusat.

“Jadi Dinas Badan Kepegawaian Daerah (DBKD) tidak punya data lagi berapa jumlah tenaga honorer dan pegawai kontrak di lingkungan Pemda Padang Pariaman sekarang,” ujarnya.

Lebih jauh disampaikan, sekarang tenaga honorer dan pegawai kontrak diangkat dengan SK Kepala OPD masing-masing, tergantung dengan beban kerja OPD, apa dia mau mengambil dan mengangkat tenaga honorer terserah kepada mereka dan itu juga dibolehkan, menurut aturan dan petunjuk dari pemerintah Pusat.

Begitu pula dengan Tunjangan Hari Raya (THR) pegawai honorer tersebut, tentu adanya pada OPD masing-masing, kalau mereka ada mengusulkan dan memasukan dalam anggaran mereka yang ada dalam APBD Tahun 2017, berapa besarnya itu sudah diatur dengan Peraturan Bupati (Perbub) sesuai dengan jenjang pendidikan pegawai honor itu.

Tetapi sebaliknya, kata Maizar, apabila Kepala OPD tidak pernah menganggarkan dana untuk pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi pegawai honorer atau tenaga kontrak dalam APBD tahun 2017, jelas mereka tidak bisa membayarnya.

Beberapa orang tenaga honorer  di lingkungan Pemda Padang Pariaman, kepada Bijak Online, mengatakan pasrah saja dengan aturan dan prosedur yang telah diberlakukan Pemerintah. Tetapi sebagai pegawai honor jelas sangat berharap terhadap Tunjangan Hari Raya (THR) tersebut.

“Muda-mudahan saja kepala OPD dan Bagian telah menganggarkan buat Tunjangan Harai Raya (THR) kami-kami ini,” ujar mereka dan meminta namanya untuk dirahasiakan.

Menurut informasi tenaga honorer lepas yang selama ini mereka juga tidak diberikan gaji bulanan, hanya sekedar belas kasihan pimpinan, berada pada sekolah-sekolah SD,SMP dan SMA serta tenaga Kesehatan, seperti Bidan dan Perawat yang ditempatkan pada  Puskesmas dan RSUD Padang Pariaman. 

Tenaga honorer lepas ini, sudah ada yang menyumbangkan tenaganya 5-8 tahun, tetapi mereka masih betah masuk kerja setiap harinya tanpa ada imbalan sedikit pun, kayaknya bagi mereka yang terenting bisa pakai baju dinas sama dengan pegawai benaran. 

Dibalik itu mereka  menginginkan dapat diangkat menjadi PNS. “Masih adakah harapan buat pegawai honor lepas tersebut, untuk diangkat menjadi PNS ?. Wallahuaklam bissawab. (amir).

google+

linkedin