BIJAK ONLINE (LIMA PULUH KOTA)---Pengurus Majlis Ulama Indonesia (MUI) kabupaten Lima Puluh Kota periode 2015-2020, dikukuhkan MUI Sumbar, dihadiri 50 orang, bertempat di aula Gedung IPHI Center kabupaten Limapuluh Kota, Sabtu (10/6).

Hadir dalam acara tersebut antara lain Kepala Kamenag Limapuluh Kota, Kabag Kesra Limapuluh Kota, Ketua FKUB Kabupaten Limapuluh Kota, Ketua MUI se-Kebupaten Limapuluh Kota dan Pengurus MUI se-Kebupaten Limapuluh Kota.

Acara dibuka dengan Prakata/pembukaan dilanjutkan Menyanyikan lagu Indonesia Raya diteruskan Pembacaan Ayat Suci Al Qur’an. Rakerda kali ini mengambil tajuk” Merajut Persatuan Umat Dengan Kekokohan Organisasi” selanjutnya dilaksanakan Pembacaan surat keputusan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Limapuluh Kota No.Kep-01/MUI-LK/IV/2017 tentang Susunan Dewan Pengurus MUI Limapuluh Kota Masa Khidmat 2015-2020 dilanjutkan Pengukuhan Pengurus MUI Kabupaten Limapuluh Kota.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Kabupaten Limapuluh Kota H. Raden Awaluddin Dt.Paduko Alam mengajak seluruh yang hadir, apakah kita ini sudah dapat dikatakan Ulama?, karena ukuran ulama itu adalah takut kepada Allah.

“Mari kita bertanya terhadap diri kita, apakah sudah bisa dikatakan sebagai ulama, karena seorang ulama tersebut adalah orang yang takut kepada Allah, ”ujar Raden.

Ditambahkannya, dengan menyetir pendapat Syekh Sulaiman ar-Rasuly Canduang. “Ulama itu adalah, orang yang mengusai ilmu yang duduknya bercermin kepada kitabullah, berdiri berbuah fatwa, dan tidur berselimutkan kalimah Allah, ulama tidak mencari jamaah. Untuk itu, bagaimana MUI Kabupaten Limapuluh Kota untuk dapat berkiprah untuk menjadi “Uswatun Hasanah” sebagai contoh suri teladan yang baik bagi umat Islam,”jelas Raden Awaludin.

Kemudian Ketua MUI Sumbar H.Gusrizal Gazahar,Lc, dalam kutbah pengukuhannya mengatakan, berbicara terhadap ulama dengan persoalaan kekinian, seorang ulama harus menambah wawasan dan meningkatkan taraf keilmuan. 

Untuk menjawab berbagai persoalan yang terjadi hari ini, dengan berbagai masalah yang mendasar terhadap kondisi yang telah berubah dan dimana keadaan pada saat ini dibutuhkan ulama yang berbuat bukan ulama yang banyak bicara. Sebagaimana Firman Allah dalam Surat Sadjadah ayat ke-24. 

“Dan kami jadikan diantara mereka itu pemimpin pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat kami. Kita tidak hidup lagi dizaman Buya Hamka yang besar di zamannya, tetapi sekarang kita hidup di era globalisasi dan digitalisasi dimana telah ada pergeseran nilai dengan kehilangan rasa hormat terhadap para ulama, “ujar Gusrizal Gazahar. 

Karena ada yang mengatakan ulama yang sekarang tidak sehebat dengan Buya Hamka. Apakah kita surut dan kembali ke surau dan tutup pintunya, tentu saja tidak, kita harus bangkit menjadi panutun dan penuntun umat, ulama harus berani terhadap apapun resikonya, istiqamah dan sabar apabila dicaci maki terhadap apa yang dilakukannya. Ulama bekerja bukan untuk memperkaya diri atau untuk kesenangan diri sendiri tetapi untuk kemaslahatan umat.

“Kondisi sekarang ini, kondisi ulama sedang tidak nyaman, karena banyak yang mengamati sedikit salah saja berbicara bisa diproses dikatakan sebagai provokator untuk itu para ulama jangan tergesa gesa memberikan pandangan terhadap apa yang terjadi sekarang ini,” jelas Gusrizal Gazali.

“Terkait dengan kepengurusan MUI Limapuluh Kota walaupun dikukuhkan pada tahun 2017, yang khidmadnya 2015-2020, merupakan keputusan Rakernas Nasional yang diseragamkan secara Nasional dimana pada tahun 2020 harus dilakukan pengantian pengurus lagi, “tambah ketua MUI Sumbar Gusrizal Gazali itu.

Kemudian kepala Kemanag Kabupaten Limapuluh Kota, Ramza Husmen, menyebutkan, atas nama kepala Kemenag, saya mengucapkan rasa terimakasih dan selamat bertugas kepada ketua MUI Lima Puluh Kota. 

Dengan pengukuhan ini Kementrian Agama mempunyai mitra untuk menciptakan masyarakat Lima Puluh Kota yang cerdas dan taat beragama untuk mewujudkan “Baldatun Thayyibatun wa rabbun Ghafur “ adalah sebuah negeri yang subur dan makmur, adil dan aman. MUI dengan Kementrian Agama tidak dapat dipisahkan, “ujar Ramza Husben.

Susunan Dewan Pengurus MUI Limapuluh Kota Masa Khidmat 2015-2020 adalah Dewan Pertimbangan dipercayakan kepada ketua Dr.H.Afifi Fauzi Abbas,M.A, Wakil Ketua H.Raden Awaluddin Dt.Paduko Alam, dengan anggota H.Rusdi Mardjidan,BA, H.Azra’I Yahya, H.Sudirman Sa’ir,A.MD, H.Nursal,S,Pd.I, H.M.Nur dan H.Arius Sampeno, BA Dt.Sinaro Garang.

Sementara Dewan Pimpinan Harian dipercayakan kepada H.Safrijon Azwar,S.Ag,MA sebagai Ketua Umum dengan dibantu 10 orang ketua, yakni H.Akmul DS,S.Pd.I Dt.Rajo Bagindo, H.Asrat Chan,Lc, Dr.H.Arman Husni,Lc..MA, Drs.Ifkar, M.Ag, Desembri, SH. (Nura)

google+

linkedin