BIJAK ONLINE (LIMA PULUH KOTA)---Untuk meminimalisir kecelakaan lalu lintas selama arus mudik. Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, mengimbau masyarakat yang mudik saat lebaran 2017 untuk tidak menaiki angkutan yang belum lulus uji KIR atau laik jalan.

Hal teresebut ditegaskan Plt kepala dinas Perhubungan kabupaten Limapuluh Kota Yuniwal, saat dihubungi tabloidbijak.com driuang kerjanya, Kamis (15/6). Ia mengatakan untuk menandakan angkutan yang telah lulus uji KIR atau laik jalan tersebut, ada stiker angkutan lebaran 2017 yang dipasang didinding mobil. Kalau angkutan belum memiliki stiker, berarti belum lulus uji kelayakan.

Kemudian, bagi yang belum lulus, maka kendaraan itu tidak diperbolehkan untuk beroperasi sampai selesai diperbaiki. Pengecekan terhadap kendaraan tersebut antara lain, rem, lampu dan ban harus dalam kondisi baik. Selain itu peralatan P3K, sabuk pengaman, racun api serta kursi penumpang harus dalam kondisi layak, sehingga memberikan rasa aman serta nyaman kepada penumpang.

Untuk itu, pihaknya meminta semua perusahaan transportasi untuk melakukan cek fisik armada yang akan beroperasi, karena kegiatan tersebut merupakan rangkaian menguji angkutan penumpang atau manusia. 

Menurutnya, uji KIR atau laik jalan itu aka dimulai tanggal 17-18 Juni, tepatnya pada Sabtu dan Minggu. Sementara untuk angkutan lebaran saat ini, KIR yang masih dalam kondisi hidup tetap akan dilakukan pengecekan dan pengujian.  

Yuniwal menyebutkan kegiatan tersebut sesuai dengan Menteri Perhubungan Republik Indonesia tentang monitoring angkutan lebaran tahun 2017. "Selain intruksi langsung dari kementerian, pengujian ini bertujuan agar setiap armada penumpang tersebut memenuhi syarat untuk layak jalan. 

Harapannya pada lebaran 2017 tidak ada masalah terhadap kendaraan di jalan raya yang menimbulkan kecelakaan. Saat ini ada 10 perusahaan transportasi Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) yang terdata di dinas Perhubungan Lima Puluh Kota. Armada tersebut dinilai cukup untuk mengangkut masyarakat yang mudik saat lebaran.

Terpisah, kepala dinas Perhubungan Sumbar Amran, mengatakan, pihaknya menjamin jumlah angkutan darat yang ada di daerah itu masih mencukupi untuk menampung jumlah penumpang pada mudik lebaran yang diprediksi naik 5 persen dari tahun lalu.

"Jumlah angkutan darat saat ini sekitar 2.587 termasuk bus pariwisata dengan 1,12 juta tempat duduk. Ini sudah melebihi kebutuhan. Jumlah penumpang pada mudik lebaran tahun ini diperkirakan sekitar 574.437 orang, naik 5 persen dari 2016 yang mencapai 547.083.

“Dari 2.587 angkutan darat yang tersedia itu, masing-masing 666 bus Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP), 1.693 Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP), 70 mobil yang melayani Antar Jemput Dalam Provinsi (AJDP), dan 158 bus pariwisata, “jelas Amran. (Nura)