BIJAK ONLINE (PAYAKUMBUH)-Reaksi cepat yang dilakukan Tim Damkar Kota Payakumbuh, berhasil jinakan aksi si 'jago merah' yang akan membakar rumah milik Dt Asarajo, di sebelah rumah gadang milik Endang Irsal, Selasa, 13 Juli, 2017 .

Kasat Pol PP kota Payakumbuh Devitra didampingi Kabid Damkar Ul Fakhri dan Kasi Pencegahan dan Ops Ahdion kepada tabloidbijak.com, usai kejadian, mengatakan, atas kejadian itu beruntug karena masyarakat cepat mengasih informasi ke piket Damkar, hanya sebagian dinding warung Sabar Menanti yang terbakar.

Peristiwa kebakaran, yang membakar dapur sanjai Sabar Menanti itu, memang sangat mengejutkan warga Bulakan Balai Kandi dan sekitarnya, bahkan sangat luar biasa, nyaris seluruh warga setempat berhamburan keluar rumah, ditambah lagi warga yang berdatangan dari bebagai lapisan masyarakat, seraya berucap tolong-tolong.

“Awalnya, begitu awak Damkar mulai memburu sumber api, terjadi kemacetan, warga tak menghiraukan sirene mobil Damkar. Namun atas kesigapan pengemudi, akhirnya 2 unit mobil kota Payakumbuh dan 2 unit mobil Damkar Lima Puluh Kota sampai dilokasi, dan langsung bertindak sesuai komando dan SOP, sehingga api dapat dipadamkan dengan waktu beberapa menit, “ujar Devita.

Ditambahkan Ahdion, kolaborasi yang diciptakan Damkar Payakumbuh dan Damkar Lima Puluh Kota malam itu, berhasil melenyapkan api dengan cepat, sehingga belasan warung sanjai dan rumah gadang dapat diselamatkan.

Melihat belasan warung sanjai berjejer dipingir jalan itu, tentunya membuat kecemasan warga, karena lokasinya sudah menghitam kelam, Alhamdulillah dapat diselamatkan. Berbicara terhadap dimana sumber api, masih dalam proses penyelidikan pihak berwajib, sedangkan terhadap kerugian juga masih diselidiki dinas Sosial.

“Untuk kesekian kalinya, kami menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, jika terjadi kebakaran, mohon diberi kesempatan mobil kebakaran lewat, sesuai Undang-undang No 22 tahun 2009 tentang aturan mobil darurat kebakaran. Kami tak ingin lagi terjadi kemacetan seperti ini. Sebab terlambat sekian detik saja, api dengan cepat menjalar, “ujar Ahdion mengingatkan.

Salah seorang warga setempat Indra Rajomuncak (42), ketika diminta tanggapannya mengatakan, apresiasi buat awak Damkar kedua daerah, jika Damkar terlambar beberapa detik saja, entahlah apa yang terjadi di kelurahan kami. Sebab kami sudah melihat warna hitam kelam, kecuali lokasi kebakaran yang dilalap sijago merah saking merah.

Untuk itu, sekali lagi kami mengucapkan terima kasih kepada Damkar dan warga sekitarnya, begitu juga terima kasih kepada warga yang cepat memberi tahu piket Damkar. Selanjutnya mari kita indahkan setiap himbauan Damkar, jangan terulang lagi kemacetan arus lalu lintas.

“Memang setiap terjadi kebakaran semua orang panik ketika melihat api semakin besar, mereka (masyarakat.Red) tak mengiharaukan lalu lalang masyarakat yang datang. Padahal sirene mobil Damkar ditambah lagi suara awak Damkar meminta masyarakat untuk ke pinggir, suaranya sangat besar. Ini perlu jadi pelajaran bagi kita bersama, “ujar Indra Rajomuncak. (Nura)