BIJAK ONLINE (Padang Pariaman)-Sekda Provinsi Sumatera Barat, Drs Ali Asmar menyebutkan, jumlah rakaat salat taraweh memang ada berfariasi dan jangan sampai perbedaan tersebut menjadi pertetangan yang merusak ukhwah Islamiyah.

"Contohnya, ada salat  tarawih yang 11 rakaat, dan ada juga yang 23 rakat.  Kemudian, yang 11 rakaat dengan pola 2-2-2-2-3  dan pola 4-4-3 dan ada juga, yang 23 rakaat dengan pola 2-2-2-2-2-2-2-2-2-2-2-1 dan pola 2-2-2-2-2-2-2-2-2-2-3," kata Sekdaprov Subar, Ali Asmar ketika berkunjung ke masjid Dakwah Kalampayan Nagari Koto Tinggi Kuranji Hilir Kecamatan Sungai Limau Kabupaten Padang Pariaman,  Sabtu (10/6/2017) 

Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Suhatri Bur,  Asisten perintahan Devi Kurnia,SH.MM,  Kadis Perindag Asben Hendry,SE.MM,  Kabiro Umum,  Kabiro Pemeritahan,  Kadis Arsip dan Perpustaan , Forkopimda Padang Pariaman serta beberapa OPD dilingkungan pemkab Padang Pariaman.  

Menurut Ali Asmar, perbedaan jumlah rakaat tersebut merupakan kasanah kekayaan cara beribadah masyarakat yang sesuai dengan ajaran guru-guru nenek moyangnya terdahulu. "Fakta itu tidak perlu kita pertentangkan,  seharusnya yang kita sayangkan adalah masih ada masyarakat kita, ia Islam tapi tidak sholat ?," katanya.   

Kemudian, kata Ali Asmar, masalah  nilai ibadah, biarkan Allah SWT yang menilai, sesuai dengan keyakinan masyarakat  masing-masing. 
Sekdaprov. Ali Asmar juga menyampaikan, saat ini pembanguan pemerintah provinsi Sumatera Barat agak condong ke Kabupaten Padang Pariaman. Hal ini terlihat dari berbagai perencanaan pembangunan kawasan pengembangan pendidikan, rumah sakit dan lain-lain di, karena lahan di Kota Padang tidak memadai lagi.

“ Saat ini Pemkab Padang Pariaman tengah giat-giatnya membuka lahan kawasan pembangunan terpadu di nagari Tarok , ini tentu nantinya akan menjadi pusat perhatian di Sumatera Barat, “ ujarnya

Kami melihat kegigihan masyarakat tokoh dan pemuka orang Pariaman  terkenal cukup gigiah dalam meminta kue pembangunan, tentunya ini akan menjadi inspirasi dalam memajukan pembangunan di Sumatera Barat.  Saat ini kegiatan pembangunan normalisasi terhenti pada penyeberangan karena masih ada masyarakat kita yang engan memberikan tanahnya, tentuny ini salah satu factor penghambat kemajuan pembangunan di daerah, tegas Ali Asmar  

Ali Asmar dalam pembanguan masjid Dakwah yang masih terbengkalai sebatas pondasi saja baru, dimana masjid ini rusak berat karena gempa serta dampak dari pengerjaan normalisasi sungai yang perlu di tinggikan.

Untuk tuntasnya pembangunan  masjid Dakwah Kalapayan mari kita se-ayun selangkah, pulang basamo bersilaturrahmi dalam beramal sekaligus memajukan pembangunan kampung halaman.
“ Jika bersama indak ado masalah nan indak ka salasai “, ujarnya  
Wakil Bupati Suhatri Bur dalam kesempatan itu juga menyampaikan untuk suksesnya pelaksanaan di Kabupaten Padang Pariaman perlu semangat “ saciok bak ayam, sa danciang bak basi. Dengan semangat ini kita yakin Padang Pariaman Sejahtera akan terwujud, “ ujarnya

Wali Nagari Koto Tinggi Kuranji Hilia dalam kesempatan itu juga menegaskan bahwa telah ditegakan dan dilaksanakan pelarangan orgen tunggal pada malam hari, karena selama ini kegiatan dapat merusak mentak dan kepribadian generasi muda di nagari.

Ketua Tim Safari Ramadhan Ali Asmar selain menyerahkan bantuan sebesar Rp. 20 Juta rupiah juga berbagi dengan anak –anak masyarakat miskin dan yatim piatu di daerah ini. ( Humas Sumbar )