BIJAK ONLINE (Turki)-Mantan Walikota Padang, Fauzi Bahar yang berhari raya Idil Fiti di Kota Istambul Turki tak hanya mengunjungi objek wisata patung raja laknat Namrud, juga menyempatkan diri berkunjung ke Masjid Sultan Ahmad yang populer juga dengan sbutan Masjid Biro.

"Saya memang sengaja berkunjung ke Masjid Sultan Ahmad atau masjid biru, untuk menyaksikan kemegahannya, " kata Fauzi Bahar melalui selulernya," Selasa, 27 Juni 2017.

Menurut Fauzi, selain ke Masjid Biru juga mengunjungi Masjid Agia Sofia yang dulunya Gereja. "Kemudian saya berkunjung ketempat Sumur Goa Nabi Ayub yang menurut sejarahnya, Nabi Ayub mandi di sumur itu, sehingga sembuh dr penyakit kulit atau korengan disekujur tubuhnya," kata Ketua IPSI Sumbar ini.

Mesjid itu makanya disebut Masjid Biru, kata Fauzi, karena kubah penutupnya berwarna biru dan berlokasi di Istambul Turki yang dibangun oleh Sultan Ahmed I pada tahun 1609 dan selesai pada 1612.  "Menurut sejarah, Sultan Ahmed sengaja membangun Masjid Biru tersebut untuk menandingi bangunan Masjid Hagia Sopia buatan Kaisar Bizantium atau Raja Constantin I," katanya, sembari menambahkan, posisi Masjid Hagia Sopia berada dalam satu blok dari Masjid Biru. 

Sedangkan Masjid Hagia Sopia itu dulunya, kata Fauzi, merupakan Gereja Bizantium sebelum jatuh ke daulah Turki Otoman pada tahun 1453 M. "Masjid Hagia Sofia, termasuk objek wisata religi yang banyak dikunjungi," kata politisi dari PAN ini.

Setiap pengunjung ingin memasuki masjid, paea  wisatawan harus berpakaian sopan dan yang wanita harus mengenakan kerudung. "Begitu sampai di dalam, sejumlah tamu Muslim melakukan shalat sunah masjid. Sementara sebagian lain memandang masjid dari bagian shaf belakang. Sebab, bagian depan hanya diperkenankan bagi mereka yang akan melakukan salat sunnat," kata Fauzi lagi, sembari menambahkan, ornamen bunga-bungaan dan tanaman berjajar rapi dan terlihat sangat indah, serta terlihat warna biru ketika kena cahaya matahari yang masuk lewat jendela yang berjumlah sekitar 260 kaca.

Sedangkan goa Nabi Ayub yang ada sumur di dalamnya, berada di dalam komplek mesjid yang tidak terlalu jauh dari pusat Kota Urfa dan hanya memerlukan waktu sekitar 15 menit dengan menggunakan kendaraan umum. "Gua ini setiap harinya banyak dikunjungi oleh pengunjung baik pria maupun wanita yang ingin sekedar berziarah ataupun beribadah didalamnya. Bentuk dan luas Gua ini kecil sekitar 1 X 1,5 meter, dan untuk memasuki gua ini pengunjung harus menuruni tangga yang sempit pula," ujar Fauzi, sembari menerangkan, gua tersebut kini  sudah ditutup dan tidak dipakai lagi oleh masyarakat sekitar. (PRB)