BIJAK ONLINE (LIMA PULUH KOTA)---Tim III safari ramadhan kabupaten Lima Puluh Kota, kembali serahkan bantuan mesjid berupa uang sebanyak Rp10 juta. Kali ini, bantuan tersebut diserahkan ketua tim dr. Erdison kepada pengurus mesjid Mujahidin jorong Sampanjang, kenagarian Sei Rimbang, kecamatan Suliki, Rabu (31/5) malam.

Bantuan tersebut diserahkan Kabid Pelayanan Kesehatan dinas Kesehatan Erdison secara simbolis, kepada ketua mesjid Irsal didampingi Camat Suliki Ricky Edwar dan Wali nagari setempat Ilfandi. Sebelumnya, jemaaf mesjid disuguhkan santapan rohani oleh ustadz Bujang. M dari Kemenag Lima Puluh Kota dengan tema “Meruntuhkan Lebih Mudah Dari Pada Membangun”.

Dicontohkan ustazd Bujang. M, bertahun-tahun seorang ibu dan ayah membesarkan anaknya, mulai dari pendidikan SD, SLTP, SLTA, kuliah hingga bertitel sarjana dan pasca sarjana. Namun, jika ahlak dan imannya minim akan runtuh seketika dengan mudah dan cepat.

“Untuk itu, marilah kita didik anak kita masing-masing dengan mempertebal aqidah dan memperdalam keimanan. Jika imannya kuat, tentu tidak akan runtuh, namun, jika imannya tipis, tentu akan mudah runtuh dan sia-sia menuntut limu yang bertahun-tahun tadi, “ujar Bujang. M.

Sementara itu, ketua tim VIII safari ramadhan dr. Erdison, juga menyebutkan, kedatangan tim safari ramadhan mengunjungi beberapa mesjid adalah untuk memperkuat hubungan silaturahmi dan menampung aspirasi pembangunan dari masyarakat untuk tahun berikutnya.

Seperti apa yang dikatakan ustadz Bujang M tadi, membangunnya cukup lama, tapi runtuh atau robohnya bisa sesaat. Maka, kita harapakan kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama sekali para orang tua, untuk dapat memantau kondisi anak-anak agar jangan sampai terjerumus kedunia hitam.

Runtuhnya iman kita, bisa saja disebabkan dengan majunya zaman, seperti salah menggunakan hanphon, sebab di hanphon bisa membuka berbagai situs. Agar anak-anak kita tidak terjebak dengan teknlogi saat ini, mari kita awasi anak-anak kita setiap saat, pantau terus perkembangannya.

“Terhadap aspirasi masyarakat yang belum sempat disikapi pada tahun sebelumnya dan tahun ini, akan kami serap malam ini dan diteruskan kepada pemerintah daerah. Inilah tujuan utama tim datang ke jorong Sampanjang ini, “ujar Erdison.

Wali nagari setempat, Ilfandi, mengucapkan terima kasih kepada tim VIII safari ramadhan yang memberikan bantuan uang sebanyak Rp10 juta. Bantuan tahun ini memang luar biasa, naik dari Rp2,5 juta menjadi Rp10 juta, begitu juga honor garin dan guru TPA sudah dianggarkan kembali.

“Dengan cukup besarnya perhatian pemerintah daerah saat ini kepada masyarakat, tentunya tak banyak lagi jeritan masyatakat yang kita dengar. Meskipun sudah banyak perhatian pemerintah daerah, tapi masih ada lagi harapan kami, agar keluhan warga jorong Sampajang disikapi dengan cepat, “ujar Ilfandi.

Ditambahkan Wali jorong setempat Adi Surya Bakti (37), dengan telah dianggarkannya honor garin dan guru TPA oleh bupati Irfendi Arbi, kita yakin pada tahun-tahun berikutnya honor tersebut akan naik secara bertahap. Mudah-mudahan secercah harapan itu terkabul, doanya. (Nura)