BIJAK ONLINE (Padang)-Tampaknya, Nanda Telambenua tak menduga kalau jalan Kali Kecil II di RT 02 dan RW 04 keluarahan Pondok yang merupakan akses  masuk kerumahnya akan bermasalah seperti sekarang ini. Soalnya, rumah kediamannya tersebut merupakan hadiah dari mantan Gubernur Sumbar, Azwar Anas atas prestasinya jadi juara dunia, serta mengharumkan nama Sumatera Barat dikancah olahraga angkat berat di PON.

"Lah limo bulan ambo taniayo, dek karano jalan masuk kerumah ambo dipaga urang. Padahal rumah ambo ko hadiah dari pak Azwar Anas dan pak Syahrul Ujud mantan Walikota," kata Nanda Telambenua kepada Tabloid Bijak, Senen, 5 Juni 2017 di posko BOM, Jalan Siak Kawasan GOR Haji Agus Salim.

Menurut Nanda, kalau dirinya tahu jalan masuk kerumahnya akan bermasalah seperti ini, pasti hadiah dari mantan Gubernur Sumbar, Azwar Anas akan ditolaknya. "Lah limo bulan ambo taniayo dan ambo lah berupaya mencari keadilan, baik ke pak camat, asisten 1, maupun pak Walikota Padang," kata pemecah rekor dunia dengan angkatan squat 302,5 kg ini.

Sebagai bahan informasi, kata Nanda, rumah dan tanahnya, serta jalan akses masuk kerumahnya didukung dokumen yang telah disyahkan pemerintah, seperti sertifikat, IMB dan KRK. "Tapi ambo indak bisa juo menikmati hadiah dari pak Azwar Anas," keluhnya.

Sementara berdasarkan Surat Camat Kecamatan Padang Barat, Nomor: 660.220-/CPB-IV/2017 kepada Kasatpol PP Padang dengan Prihal Bantuan Pembokaran, tertanggal, 27 April lalu, juga tak menyelesaikan masalah. Padahal, dalam surat camat tersebut dijelas, berdasarkan perintah lisan dari Asisten I Pemko Padang, yang diambil berdasarkan rapat, 27 April, 2017 lalu, di Kantor Walikota Padang.

Hasil rapat tersebut memerintahkan camat untuk mengkoordinir tim yang terdiri dari Satpol PP Padang, PU PR dan BPN Kota Padang untuk turun kelapangan guna menyelesaikan kasus pemugaran jalan oleh pihak Sovia di Jalan Kecil II Nomor 1A RT 02 RW 04 Kelurahan Kampung Pondok yang tertuang pada SK Dinas TRTB Kota Padang Nomor :01112/DTRTBP/KRK-PRK/11/2016, 29 November 2016 tentang Peruntukan Ruang Kota.

Dalam surat camat ke POL PP Padang tersebut, juga dijelaskan, jalan yang ditutup oleh pihak Sovia dengan alasan jalan tersebut milik kaumnya. Namun sampai saat ini, pihak kecamatan belum ada mendapatkan bukti tertulis yang dapat mendasari pihak Sovia secara hukum dibenarkan atau berhak menutup jalan tersebut.
Sementara Walikota Padang, ketika dihubungi melalui selulernya tak merespon, meskipun handphonenya aktif. Kemudian, di SMS tak dibalas.

Begitu juga dengan Kasatpol PP Padang, Dian Fikri, yang dihubungi melalui selulernya tak merespon, termasuk camat Padang Barat, Alfian.

Sedangkan Wakil Walikota Emzalmi, ketika dihubungi menegaskan, persoalan Nanda Telambenua tersebut sudah masuk kemasalah ganguan trantibun. "Persoalannya tinggal dengan pak walikota membuatkan surat perintah," katanya ketika dihubungi melalui selulernya.

Menurut Emzalmi, dari segi kepemilikan hak, Nanda Telambenua punya dokumen yang lengkap sesuai peraturan daerah. "Sebaiknya persoalan Nanda ini ditanyakan langsung dengan pak walikota, karena persoalan tersebut yang berwenang pak wali," kata mantan Kadis TRTB ini.
Sementara pihak Sovia belum berhasil dihubungi dan dikonfirmasi. (PRB)