BIJAK ONLINE (PAYAKUMBUH)--Bicara kepemimpinan, sebenarnya ilmu yang baku tentang kepemimpinan tidak ada. Setiap orang ada stylenya, ada gayanya, dan ada modelnya. Seseorang tidak bisa meniru kepemimpinan orang lain. Kepemimpinan bukan untuk dibuat-buat. Walaupun ada sekolah kepemimpinan, manajemen kepemimpinan, dan ilmu bisa dipelajari, tapi ketika dilapangan, lain ceritanya.

“Cuma ilmu kepemimpinan dibutuhkan. Orang yang memimpin pakai ilmu lebih baik kerjanya atau kinerjanya dibanding yang tidak. Walaupun hanya sekedar bagaimana melihat persoalan, bagaimana membaca persoalan,” jelas Walikota Payakumbuh, Riza Falepi, saat membuka dan sekaligus sebagai pemateri dalam Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) Siswa Madrasah dan Pondok Pesantren se Kota Payakumbuh, di Aula Kemenag Kota Payakumbuh, berlangsung selama 2 hari,Selasa-Rabu (6-7/6).

“Oleh karena itu, berbahagialah para peserta diberi kesempatan untuk belajar sedikit banyaknya tentang kepemimpinan. Mudah-mudahan anak-anak kami mempunyai bekal yang lebih sebagai leader atau pemimpin,” lanjut Riza.

Dalam konsep agama Islam, pemimpin adalah pelayan bagi orang-orang yang dipimpinnya. Mengurusi sebagaian urusan mereka, sehingga mencapai suatu tujuan tertentu. “Arti kepemimpinan dalam organisasi, mengarahkan, mengelola, membangun suatu sinergi, kohesivitas, dan menjadikan kekuatan sebuah organisasi menuju tujuan organisasi yang telah ditetapkan, “ujar Riza.

Sebelumnya, Ketua Pelaksana, Darius, menyebutkan, peserta LDK Siswa Madrasah dan Pondok Pesantren se Kota Payakumbuh, berjumlah 150 orang, terdiri dari  Pengurus OSIM dan OSIS di SMA serta Ketua-ketua Kelas di Madrasah. 

“Pemateri, selain Walikota Payakumbuh Riza Falepi, Sekda Kota Payakumbuh Benni Warlis, Walikota Padang Mahyeldi, Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi, dan Bupati Agam Indra Catri. Bagaimana mereka menjadi orang-orang sukses, mudah-mudahan mereka bisa menyampaikannya kepada anak-anak kita,” kata Darius.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kemenag Kota Payakumbuh, Asra Faber, dalam sambutannya, mensinyalir hari ini ada sebagian pemimpin-pemimpin yang tidak dicintai. Tapi tidak sedikit juga pemimpin-pemimpin yang diidolakan oleh rakyatnya. 

“Karenanya kita berpikir di Kemenag, bagaimana mengelola orang-orang pintar, orang-orang hebat itu, bisa bermanfaat. Kalau dalam istilah agamanya, orang yang hebat itu, orang yang paling baik itu adalah orang yang bermanfaat bagi orang banyak,” ulasnya. (Nura)

google+

linkedin