BIJAK ONLINE (LIMA PULUH KOTA)---Sungguh terharu dan membisu. Kita telah memiliki sebuah perpustakaan umum, namun belum ada buku-buku sebagai koleksi dan layaknya sebuah perpustakaan. Kemana kita harus mengadu agar ruang perpustakaan ini tidak membisu, karena belum diisi dengan beragam buku.

Keluhan tersebut disampaikan Rismen (35), salah seorang warga jorong Sampanjang kenagarian Sei Rimbang, kecamatan Suliki, kabupaten Lima Puluh Kota, kepada rombongan tim VIII safari ramadhan di mesjid Mujahidin setempat, Rabu (31/5) malam.

Lahirnya perpustakaan umum nagari Sei Rimbang dengan ukuran 10 meter X 2,5 meter di areal mesjid ini, karena kami ingin maju dan cerdas. Sebab, perpustakaan tidak lagi menjadi sebuah tempat membaca dan menyimpan koleksi buku, akan tetapi dapat digunakan tempat beraktifitasnya masyarakat.

Kehadiran perpustakaan ini tidak sementara, tetapi jangka panjang, makanya seluruh warga jorong Sampanjang ini sangat antusias sekali menyelesaikan pembangunannya dan sekaligus mengisi berbagai koleksi buku-buku bacaan. 

“Tapi, sebagai orang awam kami bisu, kemana kami harus mengadu untuk mendapatkan berbagai jenis buku, utamanya buku-buku pertanian, perikanan, kesehatan, sastra, buku agama dan sebagainya. Sedangkan sarana untuk beraktifitasnya masyarakat sudah kita siapkan dengan pekarangan yang cukup luas, “ujar Rismen yang sehari-hari berjualan sate di pasar Suliki.

Dalam kesempatan itu, Camat Suliki Ricky Edwar sebagai moderator, menyebutkan, dia sangat kaget mendengar warganya menciptakan inovasi baru dengan melahirkan sebuah perpustakaan umum di jorong Sampanjang. Ini merupakan suatu kemajuan yang sangat luar biasa.

“Jujur saya katakan, baru satu jorong di kecamatan Suliki ini yang mendirikan perpustakaan umum. Untuk itu, apresiasi buat warga jorong Sampajang. Yakinlah, saya tak akan membiarkan perpustakaan ini membisu berlama-lama. Untuk membuktikannya, saya yang pertama sekali menyumbangkan beberapa buku bacaan, “kata Ricky.

Untuk lebih meluasnya perkembangan perpustakaan ini, kita akan menyurati pihak dinas Perpustakaan dan Arsip kabupaten Lima Puluh Kota, bagaimana cara meminta buku dan membesarkan perpustakaan ini nantinya.

“Pada prinsipnya, apa saja yang dilahirkan oleh masyarakat untuk kepentingan bersama, tentunya pemerintah daerah mendukung sepenuhnya. Nah warga jorong Sampanjang jangan cemas, dalam waktu dekat keluhan warga, segera mendatangkan angin segar, aspirasi inilah ditampung oleh tim safarai ramadhan, “ujar Ricky. (Nura)