TERNYATA inisiatif yang dilakukan Zardi Syahril salah seorang kabag di Biro Humas Kantor Gubernur Sumatera Barat, berhasil mempertemukan Sandra Diana Sari peraih medali emas di Kejaraan Asia, 1-5 Mei 2017 lalu, dengan Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, Sabtu, 3 Juni 2017 di rumah dinas.

Keberhasilan Zardi ini, bermula dari kedatangannya ke Posko BOM, Sabtu, 3 Juni 2017 sekitar pukul 10.00 WIB dan bertemu langsung dengan saya. Kemudian sebagai Kabag di Biro Humas Pemprov Sumbar,  Zardi meminta saya untuk tidak "menyerang" atau menjelek-jelekan Wakil Gubernur Sumbar dalam persoalan Sandra dan Family Barbell Club. Alasannya, karena Wakil Gubernur sangat serius untuk menyelesaikan persoalan Sandra, karena Sandra sudah dianggapnya sebagai anak kandung.. 

Setelah berbincang-bincang sekitar 25 menit, Zardi menawarkan kepada saya untuk bertemu Wakil Gubernur Sumbar, untuk membuktikan sikap wagub dalam persoalan Sandra ini. "Mari kita buktikan sikap dan kebijakan wagub," kata Zardi.

Ditawarkan seperti itu, spontan saya oke kan dan Zardi bersama Novermal Yuska yang kebetulan berada di posko BOM, mengontak wagub dan disepakatilah pertemuan dirumah dinas Jalan Sudirman.

Bagi saya pribadi, sebenarnya tak ada masalah dengan Wakil Gubernur Sumbar dan pertemuan langsung mencair dan ditemukan kata sepakat untuk menyelesaikan masalah Sandra Diana Sari, serta Family Barbell Club.

Dari pertemuan tersebut, saya meminta kepada Wakil Gubernur Sumbar untuk bersedia juga bertemu langsung dengan Sandra dan pelatihnya, agar jangan sampai terjadi pula mis komunikasi antara saya dengan Sandra dan Suluhmi Harefa. 

Kemudian disepaktilah pertemuan antara wagub dengan Sandra dan Suluhmi Harefa, sekitar pukul 16.00 WIB di rumah dinas. Bagi saya itu pertemuan keduakalinya dihari yang sama. Hadir dalam pertemuan tersebut, Kadispora Sumbar, Priadi Syukur bersama stafnya yang akrab dipanggil MET.  Hadir juga Novermal Yuska.

Pada pertemuan itu, Wakil Gubernur Sumbar menyebutkan kalau dirinya ingin bertanya langsung dengan Sandra dengan berbagai masalah dan pertanyaan. Waktu itu wagub bertanya masalah keinginan Sandra untuk kuliah, karena dirinya telah berkoordinasi dengan rektor UNP, Prof Genefri dan masalah kuliah itu tergantung sama Sandra lagi.

Sandra menerima pertanyaan wagub itu menjawab;"Saya memang mau kuliah dan kalau bisa sambil bekerja pak wagub." kata anak seniman musik, almarhum Amir Sampuraga ini.

Alasannya, kata Sandra, dirinya juga memerlukan dana untuk biaya hidup dirinya bersama orang tua perempuan dan adiknya yang masih sekolah dasar. 

Lantas wagub berjanji akan membahas masalah biaya hidup Sandra ini dengan KONI Sumbar, Senin, 5 Juni 2017. Kemudian, Wagub juga meminta kepada Family Barbell Club untuk membuat profosal untuk keperluan rehab tempat latihan serta bantuan peralatan latihan. "Pak Menpora telah menugaskan saya untuk membantu Sandra, serta tempat latihannya," kata mantan bupati Pessel ini.

Pada kesempatan tersebut, Wagub Sumbar juga menyampaikan, kalau KONI Sumbar telah mencairkan bantuan ke Pengprov PABBSI Sumbar dan kini persoalannya tinggal sama Pengprov PABBSI Sumbar lagi.

Kesimpulannya, ternyata untuk menyelesaikan masalah Sandra tak rumit dan bertele-tele dan sebenarnya tak perlu sampai "perang opini" di media sosial. Bravo pak Wagub Sumbar, Zardi dan Novermal Yuska. Melalui tulisan ini, saya dan keluarga besar Family Barbell Club mengucapkan terima  kasih banyak atas kepedulian dan pengertiannya. (penulis wartawan tabloidbijak). 



google+

linkedin