BIJAKONLINE(Solok)-Mantan Calon Bupati Solok priode 2015-2020 lalu, Agus Syahdeman, SE, menyebutkan bahwa terjun ke kancah politik itu terkadang bisa membuat orang bisa menyalurkan aspirasinya dengan baik dan terkadang malah bisa membuat manusia bisa menjadi buas.
“Ya saya katakan demikian, kalau tujuan orang terjun berpolitik untuk menyalurkan aspirasi positif, ya pasti hasilnya akan baik. Namun terkadang banyak orang yang lupa diri setelah masuk dan menjadi pengusa di dunia politik, walau itu tidak semuanya,” jelas Agus Syahdeman, saat berbincang dengan KORAN PADANG, di lokasi usaha barunya, Taman Rekreasi Kolam Renang dan Istana Bermain, di Talang, Minggu (9/7).
Agus Syahdeman yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Solok dan mantan anggota DPRD Kabupaten Solok priode 2009-2014 serta 2014-2019 ini, namun mengundurkan diri tahun 2015 karena maju sebagai Balon Bupati Solok, namun kalah oleh pasangan H. Gusmal dan Yulfadri Nurdin, bercerita banyak  pahit manisnya duduk di dunia politik. “Saya katakan, kalau berpolitik di zaman nabi, itu banyak untuk hal yang positif. Tetapi kalau sekarang banyak sesi negatifnya, karena kadang banyak manusia yang lupa akan kodratnya setelah jadi penguasa di dunia politik, terkadang sikut teman dan mudah berjanji tanpa ditepati.
Padahal kalau orang Islam tidak menepati janji, dalam agama itu disebut munafik,” papar Agus Syahdeman. Untuk itu, semenjak Agus Syahdeman diamanati untuk memikul gelar Imam Bandaro dalam suku Kutianyia Nagari Talang, prilaku Agus Syahdeman banyak berubah dan lebih dekat kepada agama. Bahkan sempat terlontar dari mulut Agus Syahdeman untuk menjauhi dunia politik dengan cara melepas Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Solok.
Saat ini, setelah gagal menjadi Bupati Solok pada Pilkada lalu, hari-hari Agus Syahdeman dihabisi dengan mengurus usaha kolam renang yang dirintisnya sejak setahun silam. Selain itu, Agus Syahdeman juga mengelola bisnis pemancingan yang juga tidak jauh dari kolam renangnya. “Yang terpenting hidup ini harus banyak bersyukur dan jangan suka mengeluh. Semua skenario kehidupan ini sudah ada yang ngatur, dan kita tinggal menjalani saja. Yang penting kita wajib berusaha dan berjuang,” pungkas Agus Syahdeman (wandy)