BIJAK ONLINE (Pasaman)-Ketua Pemlihan Walinagari Padang Gelugur, Kecamatan Padang Gelugur Kabupaten Pasaman, Asnan Bakri berharap ketiga calon yang maju di pilwana  untuk bersikap profesional, sehingga proses pemlihan berjalan sukses, aman dan nyaman. 

"Meri kita sukseskan Pilwana Padang Gelugur dan saya berharap ketiga calon yang maju untuk bersikap profesional dan badunsanak," kata Asnan Bakri ketika dihubungi, Selasa, 18 Juli 2017.

Secara proses, kata Asnan, panitia pemilihan wali nagari (Pilwana) sudak berhli  melakukan tahapan pencabutan nomor urut bagi masing-masing calon wali nagari periode 2017-2023, yang  dilaksanakan diaula nagari setempat, pada, Minggu, 16 Juli 2017 lalu.

Pada kesempatan itu hadir Kabag Pemerintahan Nagari Kabupaten Pasaman, Afnita dan jajaran, camat Padang Gelugur, Azwardi, Bamus LPMN, dan undangan lainnya. "Kita berharap pelaksanaan ini dapat berjalan dengan baik dan aman sehingga tidak ada kendala sedikitpun,” harapnya lagi.

Ketua Bamus Padang Gelugur, Samsul Bahri Dt. Kayo mengatakan sebelumnya telah ditetapkan calon wali nagari Padang Gelugur yaitu yang terdiri dari Abdul Rahman SH, Saharuddin MDH dan Irwan Gultom SE.

"Pihak Bamus telah bersepakat bahwa pelaksanaan pilwana Padang Gelugur adalah Pilwana badunsanak atau markoum. Jadi apapun permasalahan yang terjadi marilah kita selesaikan secara bersama,” ujar Samsul.

Selanjutnya, Samsul berharap pelaksanaan pilwana itu dapat berjalan secara demokrasi, sehingga apapun hasil dari Pilwana harus kita terima dengan baik dan siapapun pemenangnya itulah wali nagari Padang Gelugur.

Camat Padang Gelugur, Azwar menyebutkan Pilwana Padang Gelugur ada sebanyak 35 tahapan dan hingga saat ini telah terlaksana 19 tahapan, berdasarkan pantauan telah terlaksana dengan baik.

Hal senada juga disampaikan kepala bagian (Kabag) Pemerintahan nagari (Pemnag) Setda Pasaman, Afnita mengatakan tentang pelaksanaan tahapan Pilwana di nagari itu, dan dia juga berharap semoga pelaksanaan Pilwana tidak ada kendala sampai pergantian wali nagari terpilih.

Kata Afnita, hasil dari pencabutan nomor urut adalah nomor urut 1 Abdul Rahman SH, nomor urut 2   Irwan Gultom SE dan nomor urut 3 Saharuddin MDH.

Akan tetapi, kata Afnita untuk calon wali nomor urut 3, Saharuddin tengah dilanda kasus dugaan korupsi realisasi bantuan beras miskin tahun 2012. Tersangka saat ini tengah ditahan untuk proses sidang di Pengadilan Tipikor Padang. (Fauzan)