BIJAK ONLINE (PADANG)-Bedah Buku Mengeluarkan Pemilu Dari Lorong Gelap: Mengenang Husni Kamil Manik 1975-2016, akan digelar ,Jumat (7/7/2017) di auditorium gubernuran Sumbar. Bedah buku yang akan disiarkan secara live streaming ini, digelar tepat setahun wafatnya Husni Kamil Malik pada 7 Juli 2016 silam akibat sakit di RS Pertamina, Jakarta. 

“Keynote speaker bedah buku setebal 734 halaman ini, Hakim Konstitusi RI, Prof Saldi Isra,” kata Ketua Panitia Bedah Buku, Hary Efendi Iskandar, Kamis (6/7/2017). 

Buku yang terdiri atas 6 bagian, 12 bab dan ditulis 117 penulis ini, selanjutnya akan dibedah Nur Hidayat Sardini (editor buku), Viryan Aziz (KPU RI), Prof Helmi (akademisi Unand), Amnasmen (Ketua KPU Sumbar) dan Aguswanto (Pimpinan Umum valora.co.id yang juga sahabat almarhum).

“Buku Mengeluarkan Pemilu dari Lorong Gelap ini sarat pengalaman almarhum Husni terkait Pemilu di Indonesia. Selama 10 tahun Husni jadi Komisioner KPU Sumbar dan berlanjut jadi Ketua KPU RI hingga ajal menjemputnya,” ungkap Harry yang semasa kuliah dulu, merupakan Sekjen BEM Unand dengan Husni Kamil Manik sebagai presidennya. 

Sementara itu, Komisoner KI Sumbar, Adrian Tuswandi, mengeluarkan pemilu dari lorong gelap memang pantas disematkan kepada sosok Husni yang merupakan alumni Fakultas Pertanian Unand tersebut. 

“Mengumumkan hasil scan C-1 melalui website KPU, adalah entry point yang membuat informasi Pemilu jadi terbuka dan terang benderang. Semua pihak bisa mengakses hasil pemilu hingga di tingkat TPS. Itu semua merupakan buah kebijakan Husni bersama sejawatnya di KPU RI,” terang Adrian.

Bedah buku ini dipastikan sangat menarik dan dinanti banyak kalangan, pasalnya buku almarhum Husni sarat referensi. “Buku ini penting bagi politisi, akademisi dan pekerja Pemilu karena dari pengalaman Husni di buku ini ada referensi buat kita semua,” tambah Harry.

Husni Kamil Manik meninggal dunia pada 7 Juli 2016 atau 2 Syawal 1437 H di Rumah Sakit Pertamina Jakarta. Kematiannya yang mendadak, mengejutkan banyak pihak di seluruh Indonesia.
Dilansir dari laman KPU RI, Nur Hidayat Sardini selaku editor buku mengatakan, “Dengan bangga saya mengabarkan bahwa buku tentang Husni Kamil Manik sudah berhasil dirampungkan. Buku ini setebal 734 halaman, plus 36 angka romawi. Buku ini terdiri atas 6 bagian, 12 bab, ditulis oleh 117 penulis.” 

Dijelaskan, buku tersebut menggambarkan bahwa sosok Husni Kamil Manik memiliki peran dalam menghilangkan sisi gelap yang terkadang muncul dalam penyelenggaraan pemilihan di Indonesia.
“Pemilu ini sudah baik, tetapi ada gelap-gelap sedikit kadang-kadang. Nah di zaman HKM (Husni Kamil Manik) ini kemudian diperjelas sehingga lorong gelap ini bisa dikeluarkan oleh peranan dari Pak HKM,” kata Sardini.

Lewat buku itu juga, Ia secara umum ingin memberikan semangat pantang menyerah bagi kaum muda yang tengah berjuang meraih mimpi lewat kisah hidup Husni Kamil Manik yang menginspirasi, sederhana dan memiliki komitmen tinggi.

“Bagi kami, HKM ini orang biasa. Berangkat dari orang yang sangat sederhana, punya komitmen tinggi dan menanjak. Jadi artinya bisa di re-aplikasi bagi adek-adek kita. Yang katakanlah orang biasa, bisa menjadi pejabat, dan menjadi orang yang bisa diteladani. Saya kira, kita harus dorong adek-adek kita, anak-anak kita untuk bisa. Kekurangan apapun pasti akan ada jalannya, dan pasti bisa berhasil. HKM sebagai bukti dari proses panjang itu,” tuturnya. 

Bedah buku ini, menurut Komisioner KPU Sumbar, HM Mufti Syarfie, akan disiarkan secara live streaming melalui website KPU RI dengan www.kpu.go.id. “Jika berhalangan hadir ke auditorium gubernur Sumbar pada pukul 14.00-17.00 WIB, dapat juga menonton bedah buku ini malalui jaringan internet dengan mengakses website KPU RI,” terang Mufti. (relis)

google+

linkedin