BIJAK ONLINE (PADALARANG)—Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) adakan sumulasi Penanggulangan Bencana (PB), dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) se Indonseia, diikuti 120 orang peserta dari 20 Propinsi, di Padalarang Jawa Barat,  Selasa (12/7).

Dari 120 orang itu dibagi atas 10 tim, diantaranya, tim Radio, Bedebah, Tegar, Pelampung, Masker, Nusantara, Tsunami, Kabut Asap, Win Arfak dan tim Tangkas,kegiatan sumulasi ini merupakan rangkaian kegiatan berjumlah 14  materi pelajaran yang diikuti peserta.

“Kegiatan simulasi itu mempraktekan evakuasi saat kejadian, “ujar kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Nahar Sago didampingi ajudan dan staf Bayu Denura, Nasrul Kenong, Medi, Taufik dan Rio kepada media ini disela-sela kegiatan, Selasa (12/7). 

Dijelaakan Nahar Sago, atas kejdian itu, warga Kecamatan Padalarang, Bandung Barat, dikagetkan dengan meluapnya Danau Saguling, Kamis, 17 April dini hari. Akibatnya, ratusan rumah terendam banjir hingga ketinggian 2 meter.

Sementara itu, salah seorang warga Perumahan Kotabaru Parahyangan bernama Doddy Sastra, mengatakan, banjir mulai menggenangi rumah warga di Kotabaru Parahyangan, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat sejak pukul 01.00 WIB. Menurut warga, luapan yang cukup deras itu datang secara tiba-tiba. "Air terus meninggi hingga setinggi 2 meter pada pukul 1 malam," ungkap Doddy Sastra didamping anaknya bernama Edwar.

Karena minim akses keluar kompleks, ratusan warga terpaksa mengungsi di atas atap rumah masing-masing. "Barulah sekitar pukul 4 pagi ada tim relawan yang muterin kompleks pakai ban. Kami pun dievakuasi," terang Doddy.

Ditambahkan Doddy, warga mengaku air yang datang tiba-tiba jauh dari dugaan. Sebab, sepanjang Kamis kemarin tak ada hujan yang turun. Namun, pada malam harinya Danau Saguling yang hanya berjarak 200 meter dari rumah mereka meluap. Tak hanya perumahan Pesona Serpong, perumahan yang berdekatan dengan Danau Saguling di ikut terendam banjir. Dikatakan warga, air datang sekitar pukul 01.00 WIB.

Hujan deras yang mengguyur wilayah Bandung Barat semalam menyebabkan 10 ribu rumah terendam banjir. Hujan dengan intensitas tinggi tersebut menyebabkan tingginya debit air Danau Saguling. Akibatnya, warga tak ada yang bisa menyelamatkan perabotan rumah tangga mereka. "Terendam semua, habis semua!" keluh Doddy lagi. (Sumber: Dekatdeh.com). 

Setelah itu, Nahar Sago, menyebutkan, atas kejadian itu, dalam sidang kabinet, Presiden telah memerintahkan Kepala BNPB untuk memberikan bantuan penanganan korban banjir bandang dan longsor di Bandung Barat. BNPB telah menyiapkan bantuan dana siap pakai (DSP) dan bantuan logistik peralatan. Bantuan ini akan dikirimkan melalui darat kepada BPBD Jawa Barat. 

Dampak banjir bandang dan longsor hingga saat ini belum pasti, masih menunggu informasi dari tim yang berada dilapangan. Selain itu terdapat beberapa orang yang masih dinyatakan hilang. Pengungsi saat ini seribuan jiwa. Rumah rusak diperkirakan mencapai puluhan unit. Lebih dari 1.000 orang terisolir akibat banjir dan beberapa orang luka berat dan masih tertimbun akibat longsor.

"Sebagian besar banjir saat ini belum surut. Warga masih bertahan di rumah masing-masing menunggu evakuasi. Sementara hujan yang mengguyur Bandung dan wilayah di sekitarnya pada senin malam, 10 Juli 2017, menyebabkan banjir di bantaran Danau Saguling. Pada Selasa pagi, 11 Juli 2017, Padalarang, Bandung Barat, terendam banjir hingga 150 sentimeter, " ulas Nahar.

Terpisah, ketua RT 04 RW 03 Kelurahan Jayamekar, Angga, mengatakan, air mulai masuk ke rumah warga pada Kamis subuh. "Semalam naik sampai 1,5 meter. Saat itu, ketinggian banjir mulai surut perlahan-lahan. Sebab, air di Danau Saguling tidak naik. "Semoga siang sudah di bawah satu meter," ujar Angga.

Sementara itu, Lurah perempuan Kertamulya Lili Yuniati, mengatakan sebanyak 36 RT di tujuh RW tergenang banjir. Banjir setinggi 30-100 sentimeter merendam rumah yang dihuni 2.620 jiwa. Kawasan yang terkena banjir berada dalam radius 10 meter dari bantaran Danau Saguling. "Tapi, tidak ada warga yang mengungsi,"kata Lili.

Pantauan citra radar cuaca menunjukkan, sejak pukul 06.00 WIB tanggal 11 Juli 2017, terjadi peningkatan aktivitas pembentukan awan hujan di wilayah Bandung dan sekitarnya sehingga diperkirakan akan terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. (Sumber: BMKG).

“Hujan mengguyur Bandung dan wilayah di sekitarnya pada senin malam, 10 Juli 2017, menyebabkan banjir di bantaran Danau Saguling. Pada Selasa pagi, 11 Juli 2017, Padalarang, Bandung Barat, terendam banjir hingga 150 sentimeter, “ujar Lili Yuniati. 

Sedangkan, menurut ketua PMI (Payakumbuh Mudiak Indonesia) bernama Oyon didampingi Rahmat Sitepu dan Ben Piopang, ditempat terpisah, mengatakan, pihaknya akan mengirim sejumlah bantuan. Dengan rincian, dapur umum senilai Rp 500 juta, 2.000 terpal, 1.500 selimut, 10 unit tangki air bersih, 1.000 Family kit, 2.000 Hygiene, 6 perahu karet, 20.000 roti per minggu, serta obat-obatan.

"Payakumbuh Mudiak Indonesia, terus menambah bantuan kepada para korban banjir di Padalarang. Mengingat hujan terus mengguyur wilayah Bandung Barat dan sekitarnya dan berpotensi menambah ketinggian banjir. Besok bisa kita kirimkan ke lokasi masing-masing," ujar mereka bertiga di kantor PMI Pusat, Jalan Gatot Subroto, Mampang Prapatan, Jakarta, Selasa (11/7/2017).

Dikatakan, bantuan diberikan ke masing-masing wilayah Padalarang. Pemerintah Daerah setempat yang nantinya membagikan ke setiap warga. "Kita tidak berikan perorangan, khawatir tidak merata. Ia menambahkan, PMI  juga menyediakan senter untuk relawan berjumlah 300, 2 unit heli, dan solar cell 2.500 megawatt. (Sumber: PMI)

Kelurga kelurahan Kertajaya mengeluhkan tidak meratanya Bantuan dari Pemerintah maupun lainnya. Korban banjir daerah kelurahan Kertajaya merasakan ketidakadilan dalam pembagian bantuan kemanusiaan. Beberapa warga ada yang mendapatkan bantuan makanan hanya satu untuk sekeluarga, dan ada juga yang mendapatkan lebih dari tiga untuk sekeluarga. 

“Terkadang sehari hanya satu makanan besar yang didapatkan, itupun untuk ramai-ramai sekeluarga. Ketidakmerataan bantuan juga tidak hanya terjadi di RW 03, tetapi di RW 02 Kelurahan Kertajaya juga merasakan ketidakadillan tersebut. “Sekadarnya saja saya mendapatkan makanan, jika tidak cukup untuk keluarga saya, Saya cari di luar,” ujar Ucok (54), warga ketua RW 02 Kelurahan Kertajaya. 

Dari dua RW di Kelurahan Kertajaya terdapat 20 RT yang semuanya terendam air. Tidak satu rumah pun yang tidak kebanjiran. Sebagian warga yang tempat tinggalnya kebanjiran mengungsi di Balai Desa. "Pembagian bantuan tidak merata, ada yang dapat banyak, ada yang dapat sedikit, bahkan ada yang tidak mendapatkan,” tambah Jefri Bule (46), salah satu pengungsi di Balai Desa. 

Bapak satu putra dan tiga putri ini melanjutkan, tidak hanya makanan yang tidak merata dibagikan, tetapi perlengakapan yang lain seperti karpet, selimut, perlengkapan bayi maupun juga tidak merata dibagikan setiap warga.

Sehubungan dengan kejadian longsor di Kecamatan Padalarang, Dinas PU Kab. Bandung Barat telah menyiapkan alat berat berua 1 excavator, 1 backhoe dan 1 dum truck untuk dikirimkan ke lokasi yang terkena longsor. Hingga saat ini Dinas PU masih menunggu informasi lebih lanjut dari lokasi untuk memastikan kebutuhan alat berat. (Sumber: Dinas PU Kab. Bandung Barat). 

Hingga sekarang pihak PBD Prov. Jawa Barat telah mengirimkan bantuan berupa 1000 dus mie instant, 1000 dus air mineral, 500 gulung terpal ukuran 4x6m, dan 1000 lembar selimut. (Sumber: BPBD Kab. Bandung Barat)

Bantuan perahu karet dari BPBD beserta tim telah tiba di Kantor Kecamatan dan siap meluncur ke lokasi kejadian yang paling membutuhkan di Kelurahan Kertajaya. (Sumber: Camat).

Tidak lama kemudian BASARDA Prov. Jawa Barat telah mengirimkan 1 tim dengan anggota sebanyak 15 orang dilengkapi dengan peralatan serta membawa 5 unit perahu karet kapasitas 8 orang tanpa mesin. Saat ini tim sedang meluncur ke Kecamatan Padalarang, ujar Sumber: Pada hari itu Bupati dan Ketua DPRD Kab. Bandung Barat akan segera mengunjungi pos lapangan. Mohon data dan infromasi dipersiapkan dengan baik (Sumber : Ajudan bernama Zal Ambo) 

Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Bandung Barat Wandi Syamsir didampingi Eriwal, mengatakan, air yang merendam daerah banjir itu mulai masuk sejak pukul 02.00 WIB. "Air yang mulai masuk ke pemukiman merendam 1 kecamatan, dari situ ada sekitar 10 ribu rumah terendam," jelas Wandi saat dihubungi wartawan, Kamis (24/3).

Ditambahkan, Fajar dan Bayu warga yang menjadi korban banjir sudah diungsikan ke tempat yang lebih tinggi dan kantor kelurahan-kelurahan setempat. Dia menambahkan, air yang merendam wilayah Barat Bandung tersebut, memiliki 

Biasanya air akan cepat surut jika tidak diguyur hujan. "Kita berharap agar tidak hujan dulu agar tidak banjir, banjir ini kan disebabkan meluapnya Danau Saguling," tandasnya.

Sementara itu, kepala pelaksana BPBD, ketinggian bervariasi. "Ada yang 2,5 meter, ada pula yang mencapai 3 meter," jelasnya.Junet didampingi ajudannya Rino beserta stafnya Mardi dan Ali Rahman, mengatakan, untuk PB banjir dan tanah longsor di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat tanggal 11 Juli 2017, BPBD Kabupaten Bandung Barat telah melakukan penanganan awal.

BPBD Kabupaten Bandung Barat telah mengirimkan Tim Reaksi Cepat dan memberikan bantuan berupa sembako sebanyak 1.250 paket. Pemberian bantuan didistribusikan oleh BPBD Kabupaten Bandung Barat kepada para korban melalui Camat Padalarang. 

Ditambahkan Rino, selain sembako, juga siap didistribusikan beras cadangan pemerintah dari bulog sebanyak 300 kg serta sekop sebanyak 50 buah. Rencana bantuan alat berat yang akan dikirimkan oleh Dinas PU masih menunggu kepastian sesuai informasi tim dilapangan terkait akses menuju lokasi. (Sumber: BPBD Kab. Bandung Barat). (Nura)