Penanda tanganan Penetapan Peraturan Daerah Kabupaten Solok tentang Laporan Pertanggung Jawaban Pelaksanaan APBD TA 2016, bertempat di ruang sidang utama Kantor DPRD Kabupaten Solok, Senin (31/7) oleh Unsur Pimpinan Ketua DPRD dan Bupati solok, H. Gusmal

BIJAK ONLINE (SOLOK)-Untuk mengalal kerja Pemerintah Daerah dan OPD yang ada, lembaga DPRD dan unsur media harus kompak dalam memberi masukan dan saran, agar ada kebersamaan misi dan tercapainya pemerintahan yang baik dan bersih.

Bukan maksud kita untuk mencurigai pemerintah daerah, namun sebagai lembaga kontrol, tentu tugas media dan dewan tidak jauh beda. Hanya saja dewan ikut membahas anggaran, namun media tidak. Tapi media punya peran penting dalam mengontrol kinerja pemerintah daerah,” jelas Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok,  Yondri Samin, SH, MH, usai penanda tanganan penetapan Peraturan Daerah Kabupaten Solok tentang Laporan Pertanggung Jawaban Pelaksanaan APBD TA 2016, bertempat di ruang sidang utama Kantor DPRD Kabupaten Solok, Senin (31/7).  

Sidang DPRD tentang Pertanggung Jawaban Pelaksanaan APBD TA 2016, berlangsung tertib dan dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Solok, H. Hardinalis Kobal, SE, MM dan dihadiri oleh Bupati Solok, H. Gusmal Dt Rajo Lelo, SE, MM, Sekdakab, H. Aswirman, Sekwan, Siis, SP,  anggota DPRD Kabupaten bumi penghasil bareh tanamo itu. Selain itu, sidang juga dihadiri oleh para Kepala OPD, Unsur Forkompimda, LSM, Camat, walinagari dan awak media.

Disebutkan Yondri Samin, fungsi dan tugas antara anggota DPRD dan wartawan banyak persamaan yakni sebagai lembaga sosial kontrol.  “Banyak persamaan antara tugas media dan anggota dewan yakni sebagai alat kontrol sosial jalannya pemerintahan dan mengkritik kinerja pemerintah yang tidak berjalan semenstinya. Jadi sudah sewajarnya antara wartawan dan anggota dewan saling berkoordinasi,” tutur Yondri Samin. Meski secara lembaga anggota dewan merupakan kepanjangan tangan masyarakat, namun DPRD bersama pemerintah membuat anggaran dan juga menyetujuinya. Politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini juga berharap agar anggota dewan dan wartawan bisa terus berbagi informasi. “Menjadi wartawan itu memang tidak gampang apalagi untuk menjadi profesional. Namun wartawan itu bisa menjadi profesional, kalau ada keinginan dari pribadi wartawan itu sendiri,” sambung Yondri Samin.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok, Septrismen, juga hampir senada dengan Yondri Samin. Menurutnya, menjadi anggota dewan atau wartawan sebenarnya adalah profesi mulia. “Kadang yang membuat lembaga DPRD itu buruk adalah anggota dewan itu sendiri. Begitu juga, ada oknum wartawan yang merusak citra wartawan. Namun kalau kita berjalan pada rel yang benar, maka orang lain akan bisa menilai kita. Pokoknya intinya semua pekerjaan baik sal dijalankan dengan profesional dan rasa penuh tanggungjawab,” tutur Septrismen. 

Sementara Ketua DPRD Kabupaten Solok, H. Hardinalis Kobal, memuji langkah media Kabupaten Solok yang sudah ikut mengalal kinerja pemerintah dan DPRD. “Kita juga berterimakasih kepada media yang sudah ikut mengawal pelaksanaan APBD dan juga kerja anggota DPRD dengan masukan dan kritikannya selama ini,” pungkas Hardinalis Kobal (wandy)