TABLOID BIJAK.COM—(Padang Pariaman)—Ketua Komisi IV DPR RI, Eri Prabowo, mengatakan, untuk mewujudkan  Perhutanan Sosial,  perlu ada sinergitas antara semua pihak dalam pengelolaan hutan,  tanpa melepaskan aspek sosial budaya masyarakat.

Demikian disampaikan Edi Prabowo, di Laga - Laga (ruang pertemuan)  Lembaga Pengelola Hutan Nagari Sei Buluh, Minggu (30/7/2017). Edi Prbawo datang di awal  Kunjungan Kerja Reses Masa Sidang V Tahun 2016-2017 Komisi IV DPR RI ke Provinsi Sumatera Barat.  

"Saya kagum dengan Pengelolaan Hutan Nagari yang tetap memperhatikan adat budaya dan kekhasan nagari , sebab tanpa peran masyarakat,  apa yang dilakukan Pemerintah Pusat, Provinsi,  maupun daerah tidak akan ada artinya", ujar Edi Prabowo. 

Sekretaris Lembaga Pengelola Hutan Nagari  (LPHN ) Sungai Buluh, yang juga Anggota DPRD Padang Pariaman,  Hasan Basri, memberikan paparan mengenai Latar Belakang, serta tujuan dan manfaat terbentuknya Hutan Nagar.

Dikatakan, terbentuknya hutan Sungai Buluh didasari  kesadaran masyarakat untuk melindungi hutan yang merupakan sumber air minum,  lahan pertanian,  persawahan, serta mencegah terjadinya bencana banjir dan longsor. 

Lebih lanjut Hasan Basri menjelaskan dengan keluarnya Penetapan Areal Kerja Hutan Nagari Sungai Buluh oleh Kementrian Kehutanan RI,  yang ditindaklanjuti dengan Penerbitan Hak Pengelolaan Hutan Nagari dari Gubernur Sumatera Barat,  sebanyak 730 Ha,  masyarakat Nagari lebih leluasa untuk mengelola hutan Nagari dengan melibatkan pihak akademisi dari UNAND dan perguruan tinggi lainnya.  

Pengelolaan meliputi Pembibitan pohon  yang lebih banyak dan berkualitas,  disamping tergalinya potensi potensi yang ada,  seperti Perkebunan,  peternakan,  perikanan,jasa lingkungan,  ekowisata maupun kesenian tradisional 

Ditambahkan, sejak adanya Hutan Nagari ini,  menyebabkan berkurangnya angka illegal logging secara signifikan, karena masyarakat mulai mendapatkan mata pencaharian dari sektor lain,  seperti menampung getah karet pohon gaharu,  menjadi pemandu wisata ke Rumah Pohon,  Air Terjun Sarasah serta Lubuk Kandhi, yang ada di kawasan hutan Nagari.

Kepala Bappelitbangda, Padang Pariaman, Ir. Ali Amran, MP menyatakan rasa terima kasih yang besar atas perhatian Rombongan Komisi IV DPR RI tersebut, serta berharap dukungan dan bantuan pengembangan pelestarian Hutan Nagari Sei Buluh tetap menjadi perhatian di kalangan legislatif pusat. 

Pada acara tersebut juga hadir Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI  Dr. Ir. Hadi Harianto,  M. Sc, yang menyatakan perlunya diversifikasi bibit dan jenis pohon,  selain pohon Gaharu yang banyak ditanam. 

Naampak juga   Kepala Dinas terkait, seperti Kepala Dinas Kehutanan Provinsi , Kepala LG dan OPD  terkait,  serta para penyuluh.  Acara tersebut juga dimeriahkan dengan seni daerah Tambua Tasa,  dan menikmati jajanan tradisional Nagari seperti kue Mangkuak dan ketan yang dicampur durian hasil hutan Nagari. (rel/amir)