TABLOID BIJAK.COM (Padang Pariaman)--Forum Kabupaten Sehat (FKS) Kabupaten Padang Pariaman sampaikan apresiasi terhadap upaya bidan desa dan Puskesmas yang melakukan pendampingan terhadap wanita hamil gizi kurang (bumil KEK) Yeni Susanti (33) di Korong Tembok, Nagari Sintuak Kecamatan Sintuak Toboh Gadang, Kabupaten Padang Pariaman. Kondisi fisik Yeni Susanti yang tidak normal membutuhkan perawatan khusus.

Hal itu  diungkapkan Sekretaris Forum Kabupaten Sehat (FKS) Kabupaten Padang Pariaman Armaidi Tanjung, Sabtu (29/7/2017), ketika mengunjungi Yeni Susanti di rumahnya, di Korong Tembok, Nagari Sintuak Kecamatan Sintuak Toboh Gadang. 

Turut mendampingi Ketua Seksi Program FKS Zairil, SKM, M.Kes, Anggota Sekretariat FKS Sari Bulan, Pengelola KIA Puskesmas Sintuak Nur Octavia Syamsul, S.Tr.Keb dan Bidan Desa Sintuak Selatan Yuldiana. 

Informasi pasien yang membutuhkan perhatian khusus ini baru diterima pagi tadi. “Saya langsung ke lokasi untuk mengetahui kondisinya. Ternyata memang membutuhkan perhatian,” kata  Armaidi Tanjung.

Pengelola KIA Puskesmas Sintuak Nur Octavia Syamsul menjelaskan kepada FKS, kondisi Yeni Susanti dengan cacat bawaan. Yakni gangguan pada pinggul ke bawah, sehingga tidak bisa berjalan normal. Lingkar lengan Yeni hanya 16 cm, padahal standarnya 23,5 cm. Saat kehamilan, beratnya cuma 22,5 kg. Dengan bantuan susu dan makanan tambahan dari Puskesmas, kini beratnya sudah mencapai 23,7 kg.

“Dari kondisi pasien, resikonya pendarahan dan sulit  melahirkan normal. Kemungkinan normal melahirkan berkisar 15 – 20 persen. Kini usia kandungan 4 bulan. Seharusnya sudah di USG ke rumah sakit untuk mengetahui kondisi janin dalam kandungan,” kata Nur Octavia.

Masalahnya, kata Nur Octavia, Yeni tidak mampu membiayai pengobatan ke rumah sakit atau ke dokter kandungan. Selain itu, juga tidak memiliki KTP, BPJS dan KK. Suaminya bekerja sebagai pengantar air isi ulang. 

“Puskesmas Sintuak sudah memberikan bantuan 2 tahap susu. Standarnya, selama wanita hamil hanya diberikan 4 kali bantuan susu. Tapi Yeni sudah diberikan 6 kali selama 3 bulan terakhir ini. Sampai melahirkan, Puskesmas Sintuak tetap memberikan bantuan susu agar bayi dalam kandungan diharapkan lahir normal,” kata Nur Octavia. 

Ketua Seksi Program FKS Zairil menambahkan, kita sedang upayakan agar Yeni dapat menjadi peserta JKN PBI. Sehingga ke depan Yeni tidak ada lagi masalah dalam mendapatkan pelayanan kesehatan sampai ke rumah sakit. 

“Sebagai langkah awal, kita sedang upayakan bantuan ke  Baznas Padang Pariaman untuk mendapatkan bantuan. Bantuan tersebut digunakan untuk pengurusan dan pembayaran iuran BPJS,” kata Zairil yang juga Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Padang Pariaman ini.
Menurut Zairil, Puskesmas Sintuak baru saja mendapatkan akreditasi utama di Propinsi Sumatera Barat pada 22 Juli 2017 lalu. Prestasi ini pertama dan satu-satunya di Padang Pariaman. (rel/amir)