BIJAK ONLINE (LIMA PULUH KOTA)---Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) kabupaten Limapuluh Kota Heri Sulistio, mengatakan, buku daerah dalam angka merupakan publikasi yang sangat prestius karena melibatkan data-data stakeholder terkait. 

“Meski sumber datanya sebagian besar berasal dari non BPS, bukan berarti BPS hanya sekedar menyusunnya tanpa konfirmasi seperti uji validasi untuk keakuratan dan konsistensi data, Heri Sulistio dalam laporannya ketika acara fokus discussion group (FGD) pembahasan data publikasi kabupaten Limapuluh Kota dalam angka tahun 2017 di gedung Sago Bungsu, Rabu (26/7).

Karena itu, kita melakukan FDG publikasi kabupaten Limapuluh Kota dalam angka 2017 ini dengan tujuan, agar publikasi kabupaten Limapuluh Kota dalam angka 2017 lebih berkualitas. Buku daerah dalam angka merupakan  salahsatu buku favorit yang dibutuhkan dan dicari para pengguna data. Secara nasional, buku ini paling utama dan sering dicari dengan berbagai tujuan termasuk buat perencanaan pembangunan.

“Tidak saja oleh pihak pemerintah, data tersebut juga senantiasa dibutuhkan masyarakat, mahasiswa, peneliti dan lainnya. Karenanya, data itu perlu dicek dan ricek agar menjadi data yang benar-benar  valid dan baik sebelum di upload agar bisa diakses publik secara nasional maupun internasional,” terang Heri.

Dalam acara itu bupati Irfendi juga melepas secara resmi petugas sensus ekonomi lanjutan tahun 2017 yang akan bertugas mulai tanggal 1 Agustus sampai 30 September mendatang. Acara FDG itu diikuti oleh seluruh stakeholder dan berbagai pihak terkait lainnya. 

Dalam kesempatan itu, bupati Lima Puluh Kota Irfendi Arbi, mengatakan, data merupakan komponen penting dalam membuat perencanaan dan pengambilan kebijakan. Data yang tidak akurat dapat mengakibatkan kekeliruan dalam perencanaan dan pengambilan kebijakan pemerintah.

Ketidakakuratan data dapat menyebabkan kesalahan perencanaan pembangunan. Untuk itu, saya minta seluruh OPD benar-benar melakukan cek dan ricek terhadap seluruh data sebelum di muat ke dalam buku daerah dalam angka.

Dikatakan, setiap data itu harus akurat, mutakhir dan lengkap. Jika data yang gunakan dalam sebuah perencanaan tidak valid, hasilnya dikhawatirkan akan menyesatkan dan tidak tepat sasaran. Hal ini jelas akan merugikan, apalagi jika data yang salah itu digunakan buat perencanaan yang menyangkut hidup orang banyak.

Agar perencanaan dan kebijakan yang diambil tepat, untuk itu saya minta semua pihak terkait untuk menyampaikan data yang sebenar-benarnya. Perencanaan pembangunan yang baik, memberikan kotribusi sebesar 50% dalam pencapaian tujuan suatu organisasi. Untuk mendapatkan perencanaan yang baik perlu data dan informasi yang lengkap, valid dan senantiasa diupdate.

Dengan data yang baik dan berkualitas, akan dapat diproyeksikan kondisi yang diinginkan dan ditetapkan target kinerja sebagai patokan pelaksanaan pembangunan. Buku daerah dalam angka yang diterbitkan BPS memuat sekitar 80% data dari OPD. Data yang dihasilkan dari buku itu sangat tergantung dari kualitas data yang dihasilkan sumber data itu dikeluarkan.

“Dalam acara FDG ini saya meminta adanya koreksi, sehingga data yang disajikan nantinya adalah data yang sudah dievaluasi dan benar-benar telah melewati pengecekan oleh amsing-masing pemilik data,” tekan Irfendi sembari meminta seluruh peserta FDG itu mengikuti acara itu dengan serius. (ada)