BIJAK ONLINE (JAKARTA)-Menyusul laporan media di Taiwan mengenai dimasukkannya E218 (Methyl P-Hydroxybenzoate) pangan pengawet dalam produk mie instan Indomie, PT Indofood Sukses Makmur Tbk CBP ("ICBP" atau "Perseroan") ingin memperjelas bahwa produk mie perusahaan ekspor ke Taiwan yang sepenuhnya sesuai dengan peraturan Departemen Kesehatan Taiwan Biro Keamanan Pangan.

Perseroan berkeyakinan bahwa laporan baru-baru ini di media Taiwan muncul dalam kaitannya dengan produk mie instan yang diproduksi oleh ICBP yang tidak ditujukan untuk pasar Taiwan.
ICBP telah mengekspor produk mie instan ke negara-negara di seluruh dunia selama lebih dari 20 tahun. ICBP selalu mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk memastikan bahwa produk-produknya sesuai dengan peraturan keselamatan makanan di seluruh pasar.

"ICBP ingin menekankan bahwa produk-produk perusahaan sepenuhnya sesuai dengan panduan yang diterima secara global yang ditetapkan oleh CODEX Alimentarius Commission, makanan badan standar internasional."

"Saat ini kami tengah meninjau situasi di Taiwan sehubungan dengan laporan ini dan akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi kepentingan konsumen kami di Taiwan dan berbagai negara lainnya ", kata Direktur ICBP Taufik Wiraatmadja dalam siaran persnya 
di Jakarta, Senin (11/10/10).

PT Indofood Sukses Makmur Tbk CBP ("ICBP") dikenal sebagai perusahaan makanan terkemuka di Indonesia. ICBP didirikan dari Produk Konsumen Bermerek ("CBP") Group PT Indofood Sukses Makmur Tbk ("ISM"), sebuah perusahaan holding yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 1994.

ISM menyediakan solusi total makanan melalui empat kelompok usaha strategis: produk konsumen bermerek (CBP), Bogasari (produsen tepung terigu), agribisnis, dan distribusi.

Melalui restrukturisasi internal, semua kegiatan usaha CBP yang melibatkan mie instan, susu, bumbu makanan, makanan ringan, nutrisi, dan makanan khusus, serta biskuit yang sebelumnya di bawah Grup Bogasari, telah dialihkan dari ISM kepada ICBP, yang didirikan pada September 2009.
Proses restrukturisasi tersebut telah selesai pada bulan Maret 2010. merek utama ICBP mencakup berbagai merek mi instan (Indomie, Supermi, dan Sarimi), susu (Indomilk), bumbu makanan (Sambal Indofood, Sirup Indofood, dan Bumbu racik), makanan ringan (Chitato dan qtela), serta nutrisi & khusus makanan (Promina dan SUN). (tribun.com)