BIJAK ONLINE (Kota Padang)---Kader Ansor dan warga Nahdlatul Ulama Sumatera Barat bisa belajar dari sosok almarhum Husni Kamil Manik, dari Sekretaris PW NU Sumatera Barat hingga menjadi Ketua KPU RI. Selama menjadi Ketua KPU RI, Husni Kamil Manik menjadi perhatian publik yang sebelumnya sempat diragukan kemampuan memimpin lembaga penyelenggara pemilu di Indonesia. 

Ketua PW Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Barat Rahmat Tuanku Sulaiman mengungkapkan hal itu pada tahlilan dan Yasinan Haul ke-1 Husni Kamil Manik, Jumat (7/7/2017) malam di aula PWNU Sumbar, jalan Ciliwung Padang Baru, Padang. 

Haul yang sekaligus halal bi halal Ansor Sumatera Barat tersebut, juga dihadiri kakak almarhum Arfan Manik, Komisioner KPU RI Firyan Aziz, SE, M.Si, mantan Wakil Sekretaris PWNU Sumbar Harry Effendi  Iskandar, pengurus Banon NU seperti IPNU, PMII dan sejumlah pengurus Ansor Sumbar. 

Menurut Rahmat, potensi dan kemampuan Husni Kamil Manik selama aktif di PWNU Sumbar serta berkarir di Sumatera Barat sebagai komisioner KPU di Sumatera Barat hingga pusat (Jakarta) patut menjadi contoh. “Selain itu, sosok Husni Kamil selalu mampu memecahkan persoalan yang dihadapi dengan tenang dan senyuman yang khas,” kata Rahmat.

Terkait dengan halal bi halal, kata Rahmat, merupakan tradisi yang hanya ada di Indonesia seusai lebaran.  Tradisi halal bi halal ini semula dilaksanakan oleh tokoh ulama Nahdlatul Ulama. Dasar pemikirannya adalah bagaimana menjalinkan dan meningkatkan silaturrahmi sesama umat beragama setelah melaksanakan ibadah puasa Ramadhan. 

“Halal bi halal yang diselenggarakan ini diharapkan mampu merekatkan hati sesama kader Nahdlatul Ulama dari lintas badan otonom,” kata Rahmat, alumni Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan. 

Sementara itu, Harry Effendi Iskandar mengatakan, kepergian Husni Kamil Manik untuk selamanya, bagi warga Sumatera Barat, khususnya Nahdlatul Ulama merasa kehilangan tokoh. Namun, kita jangan sampai larut dengan rasa kehilangan saja. Tapi bagaimana meneladani apa yang sudah dilakukan  Husni Kamil Manik selama ini.

“Sosok Husni penting dalam proses sejarah kelembagaan NU di Sumatera Barat. Karena berhasil menjadi Ketua KPU RI ketika yang bersangkutan menjabat Sekretaris PWNU Sumbar. 

Nilai-nilai kesabaran, ketekunan, keseriusan, komitmen, rasa kebersamaan, keislaman dan keumatan yang dilakukan sepanjang karir Husni, baik sebagai komisioner maupun pengurus NU Sumbar, patut menjadi contoh. Nilai-nilai tersebut dapat dipraktekan oleh kader Ansor Sumbar sebagai generasi muda NU,” kata Harry dosen Sejarah Universitas Andalas Padang ini. 

Harry mengakui, bagaimana perlunya menumbuhkembangkan nilai dan semangat Husni Kamil Manik dalam kehidupannya. Khusus dengan lompatan pengembangan NU di Sumatera Barat, sikap kesejukan yang sudah dilakukan Husni pun perlu dikembangkan.

Arfan Manik menyampaikan terima kasih atas sambutan publik terhadap Husni. Terutama Ansor yang melaksanakan kegiatan haul ke-1. Mudah-mudahan apa yang sudah dilakukan Husni di Sumatera Barat  menjadi amal saleh baginya. Meskipun sudah almarhum, ternyata apa yang sudah dilakukan semasa hidupnya, memberi manfaat pada orang lain. (at/amir)