BIJAK ONLINE (PAYAKUMBUH)---Mantan ketua DPRD kota Payakumbuh H. Sudirman Rusma (65) periode 2009-2014, dari partai Golkar dipanggil Sang Kalik, bertempat di rumah sakit Ibnu Sina Payakumbuh, Sabtu (8/7) sekitar pukul 22.35 WIB.

Kini jasad almarhum sudah berada dirumah duka, tepatnya di kelurahan Tanjung Gadang, kecamatan Payakumbuh Barat, rencana keluarganya almarhum akan dimakamkan di pandam pekuburan Tanjung Gadang, hari ini Minggu (9/7).

Almarhum meninggal dunia disebabkan AB-nya rendah dan meninggalkan satu istri bernama Hj. Evi Rahmawati (60)) dan 5 orang anak, yakni Bambang Novermanto, Ruli Rahmadi, Linda Sanger, Ivo Putra dan Amrina Rosadah serta menantu dan cucu.

Salah seorang anaknya Bambang Novermanto, via telpon genggamnya, mengatakan, papanya dipanggil Sang Kalik, karena ABnya rendah, memang sebelumnya, tepatnya pada bulan puasa, papanya dibawa ke rumah sakit M Jamil Padang dan dirawat selama 8 hari.

Setelah itu, kondisi papa sudah mulai membaik dan pulang ke rumah. Tidak lama setelah itu, papa sakit lagi dan dirawat selama 2 hari di RSUD Dr Adnaan WD Payakumbuh. Derita yang kami alami ini, memang diluar dugaan, sebab, dalam beberapa hari ini, kondisi papa biasa-biasa saja.

Yang namanya takdir tentu kita tidak tahu dan tidak dapat dielakkan. Sebelum orang tua kami pergi untuk selama-lamanya, papa merasa perutnya sakit dan gembung. Kemudian kami bawa ke rumah sakit Ibnu Sina, hanya beberapa jam mendapat perawatan dari dokter, papa telah tiada.

“Karena orang tua kami, suka bercanda dan bergaul dengan siapa saja, baik itu di kantor DPRD selama menjadi anggota DPRD 2 periode, dan penuh canda gurau dilepau-lepau, kami mohon agar orang tua kami dimaafka, “harap Bambang.

Sementara itu, Wakil Walikota Payakumbuh H. Suwandel Muchtar, mengatakan, dia sangat terkejut mendapat kabar duka tersebut. Pada lebaran kemaren kami bercanda gurau, ketawa dan tersenyum, tak ada tanda-tanda akan meninggalkan kita untuk selama-lamanya.

Hanya doa yang dapat kami panjatkan, agar alamahum H. Sudirman Rusma selalu ditempatkan disisiNya dan perbuatan serta pergaulan selama hidupnya menjadi amal ibadah baginhya. Dan keluarga yang ditinggalkan tabah menghadapinya. “Selamat jalan sahabatku, “ujar Wawako. (Nura)

google+

linkedin