BIJAK ONLINE (BUKITINGGI)---Kita semua memahami dan menyadari kondisi riil dan nyata bencana yang mungkin akan terjadi di wilayah Sumatera Barat, mulai dari gempa tsunami, banjir, tanah longsor, gunung api serta jenis jenis bencana alam lainnya.

“Untuk itu, pemerintah Provinsi Sumatera Barat tidak hanya berpangku tangan melihat kondisi dan situasi tersebut, “ujar Pj. Kepala Pelaksana Badan Penanggungalan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat Nasridal Patria, ketika membuka acara pelatihan Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana Sumatera Barat tahun 2017 diaula hotel Pusako Bukittinggi, Kamis (27/7).

Ditegaskan Nasridal Patria, untuk menyikapi hal tersebut, pemerintah provinsi Sumatera Barat terus berupaya dalam pengurangan resiko bencana baik melalui kegiatan pencegahan, kesiapsiagaan, mitigasi dan kontinjensi.

Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana (PB) di Provinsi Sumatera Barat memerlukan kesiapsiagaan penanganan yang sistematis, terpadu dan terkoordinasi dalam rangka memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman dan resiko bencana. 

Salah satu upaya untuk meminimalisir korban bencana adalah dengan menugaskan TRC PB. TRC PB merupakan penggerak awal kejadian bencana dan mendukung kegiatan operasional PB meliputi bantuan manajemen, teknis, peralatan dan dukungan logistik.

TRC bertugas untuk membuka dan menganalisa berbagai situasi di daerah bencana serta untuk memperoleh informasi guna ditindaklanjuti oleh tim operasi seperti SAR, relawan, maupun regu penyelamat dan regu assessment maupun dinas/instansi yang terkait dalam PB.

Sedangkan prosedur tetap tentang TRC dimuat dalam Peraturan Kelapa BNPB No. 9 Tahun 2008 dan untuk Provinsi Sumatera Barat diatur dalam Peraturan Gubernur Sumatera Barat No. 23 Tahun 2010.

“Berdasarkan Pergub No. 23 tahun 2010, TRC BPBD Provinsi Sumatera Barat mempunyai tugas dalam pengkajian secara cepat dan tepat dilokasi bencana dalam waktu tertentu dalam rangka mengidentifikasi cakupan lokasi bencana, jumlah korban, kerusakan prasarana dan sarana,”jelas Nasridal.

Oleh karena itu, BPBD Provinsi Sumatera Barat melalui Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan memandang perlunya melaksanakan kegiatan pelatihan dalam rangka peningkatan kemampuan dan kapasitas anggota TRC PB di daerah.

Diharapkan dengan adanya pelatihan ini dapat menambah wawasan kepada anggota TRC PB tentang Tugas Pokok dan Fungsinya, memberikan pelatihan/pembinaan kepada anggota TRC PB agar lebih terampil, cepat, tepat dan terarah dalam melakukan tugasnya di lapangan.

“Semoga dengan kegiatan pelatihan dan pembinaan TRC ini akan semakin meningkatkan semangat dan kepedulian kita bersama dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana. Untuk itu, selamat kami ucapkan kepada peserta, mengikuti  pelatihan TRC PB. Semoga berjalan lancar dan sukses serta membawa kebaikan bagi kita semua, “ujar Nasridal.

Sebelumnya, ketua panitia Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK) BPBD Provinsi Sumatera Barat Rumainur, menyebutkan, pelatihan TRC ini, selama 2 hari (27-28/7), diikuti sebanyak 52 peserta dari kabupaten/kota se Sumatera Barat.

Terlaksananya kegiatan ini adalah menjadi jawaban dan harapan bagi masyarakat Sumatera Barat bagaimana komitmen, perhatian dan juga bentuk kepedulian BPBD Provinsi Sumatera Barat melalui APBD Provinsi untuk mewujudkan Sumatera Barat siaga, tanggap, tangguh dan tawakal dalam menghadapi bencana. 

Salah seorang peserta srikandi berasal dari BPBD kabupaten Lima Puluh Kota Novira Elvita, yang mendapat bintang dari BPBD Provinsi, mengatakan, pelatiahan TRC ini merupakan barang baru baginya. Meskipun ini baru, dia bertekad akan mengikuti pelatihan dengan serius dan bersungguh-sungguh, ujarnya. (ada)