BIJAK ONLINE (Padang Pariaman)—Sekretaris Wali Nagari Kapalo Hilalang, Kecamatan 2x11 Kayutanam, Budi Haryanto, mengatakan, Pendapatan Nagarinya, Tahun 2017, Rp. 1.980.674.024, dibandingkan dengan Tahun 2016 ada penambahan, Rp. 1.939.502.115.

Hal itu disampaikan Budi Haryanto, di ruang kerjanya, Selasa (11/7/2017) dalam menjawab pertanyaan, Bijak Online sekaitan dengan yang diterima nagari Kapalo Hilalang. Dikatakan, sumber pendapatan di Nagari Kapalo Hilalang, pertama dari APBN yang disebut dengan Dana Desa (DD) Rp. 924. 568.903.

Dana ini peruntukannya telah diatur dengan petunjuk Pemerintah Pusat yaitu untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, Dana Desa (DD) Tahun 2016 Rp. 698.410.477, naik sekitar 200 juta lebih. Sedangkan  dana Alokasi Dana Nagari (ADN) yang berasal dari APBD Kabupaten Padang Pariaman, terjadi penurunan  Tahun 2016 Rp. 1.204.265.238.

Pada Tahun 2017 ADN Nagari Kapalo Hilalang Rp. 907.944.487, terjadi penurunan sekitar  Rp. 200 juta lebih, terjadi penurunan dana ADN disebabkan Nagari di Kabupaten Padang Pariaman, juga bertambah dari 60 nagari menjadi 103 nagari. 

Dikatakan, selain itu pendapatan Nagari Kapola Hilalang, berasal dari Dana Bagi Hasil (DBH) Rp. 38.158.633, dari Pendapatan Asli Nagari (PAN) Rp. 98.000.000 dan bantuan Provinsi Sumatera Barat Rp. 12.000.000. 

Menurut Budi Haryanto, Pendapatan Asli Nagari (PAD) Nagari  Kapalo Hilalang yang berjumlah Rp. 98.000.000 adalah, dari 2 perusahaan yang beroperasi dalam nagari yaitu usaha Air SMS dan Usaha Ternak Ayam PT Ja’fa.

Ditambahkan, semua dana Tahun 2016 telah dilaksanakan sesuai dengan perencanaan yang telah disusun melalui APB Nagari dan disahkan oleh Badan Musyaraha (Bamus) Nagari, begitu juga sebagai pelaksana kegiatan ada Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) yang diberi amanah sebagai pelaksana kegiatan.

“Jadi Pemerinthan Nagari , memantau dan mengawasi pelaksanaan kegiatan tersebut, artinya, pekerjaannya murni   dan tidak ada interpensi Pemerintahan Nagari,” ujar Budi Haryanto. (amir)