BIJAK ONLINE (LIMA PULUH KOTA)—Setelah berhasil menghapus air mata warga miskin di lereng bukit, beberapa hari lalu. Kini kepedulian itu kembali dibuktikan bupati Lima Puluh Kota Irfendi Arbi kepada warga Kobun Lobuah Nan Panjang, Jorong Sarilamak, Kenagarian Sarilamak, Kecamatan Harau, kemarin.

Aksi kepedulian yang dilancarkan Irfendi Arbi secara beransur-ansur itu, membuktikan rintihan masyarakat miskin dan warga kurang mampu mulai terobati. Perjalanan panjang Irfendi Arbi itu sangat fakta. Kenyataannya secercah harapan warga mulai terwujud, dengan berkunjungnya bupati Lima Puluh Kota Irfendi Arbi dari rumah ke rumah warga miskin.

Kedatangan bupati Irfendi Arbi dari rumah ke rumah warga miskin itu, tidak sekedar melenggang, akan tetapi juga membawa sitawa sidingin buat warga, dengan menyerahkan beras dan bantuan sedikit uang dari kantong celananya. Perlu disimak, jika jalan macet, becek, hujan dan panas, tak menjadi kendala oleh Irfendi Arbi.

Sejarah telah mencatat, kali ini, Irfendi Arbi berkunjung ke rumah Imun (45) yang telah dikaruniai 9 orang anak. Begitu sampai di rumah Imun, belasan warga langsung cekatan menyambut bupati dan sekaligus menerima  beras yang langsung dipikul Irfendi Arbi. 

Dengan wajah sumringah, Ibu 9 anak itu pun langsung mengacungkan tangan kanannya untuk bersalaman, seraya berucap terima kasih kepada bupati. "Tarimo kasih banyak pak bupati, lah jauah-jauah datang ka rumah kami (Sudah Jauh-jauh Datang ke Rumah Kami.Red)," ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Ketika itu, Imun tengah serius memungut kayu kayu bakar ke dalam dapur kayu di bagian belakang rumahnya. Tubuhnya yang ringkih berbalut baju lusuh, siang itu tampak mulai melamban, menyiapkan segala kebutuhan, memasak untuk 10 anggota keluarganya.

Maklum, Imum tercatat sebagai warga kurang mampu di Nagari di Pusat IKK Limapuluh Kota itu. Keluarga malang yang dilaporkan kerap kesulitan mencari beras demi sesuap nasi bagi anak-anaknya. Miris memang, tapi memang begitulah kondisi hidup mereka saban hari.

Beruntung, siang itu, dirinya tiba-tiba dikejutkan oleh kedatangan orang nomor satu di Luak Nan Bungsu. Ya, orang dermawan rendah hati itu ialah bupati Irfendi Arbi,yang sejak beberapa hari sebelumnya mendapat laporan, perihal kondisi hidup keluarga, Imun.

Bahkan, agar bisa sampai di rumah Imun yang berjarak 1 kilometer dari ruas Jalan Negara, untuk membawa bantuan beras, bupati dengan senang hati menempuhnya dengan menunggangi sepeda motor. Sebab, kondisi jalan yang sempit ditambah jalan raya Sumbar-Riau tepatnya di Pasar Sarilamak, kala itu macet total karena masih padatnya arus mudik lebaran.

Begitu melihat kedatangan bupati ke kediamannya memakai motor bebek, Imun yang sedang berada di depan rumahnya sontak terkejut. Ia yang sudah mengenal wajah bupati, tampak terkesima dengan raut wajah penuh tanya, ketika di hampiri bupati.

Setelah niat bupati Irfendi Arbi sampai di lokasi dan bertemu dengan orang yang ditujunya, dia melihat pemandangan tanah kelahirannya dari rumah Imun itu cukup indah, langit biru saling berpacu dengan awan putih, angin sepoi-sepoi mengurangi keringat ditubuhnya, seraya melihat anak-anak berlari mengejar layangan yang terbuat dari kertas.

Setelah itu, Irfendi Arbi mohon pamit kepada Imun dan suaminya serta anak-anaknya. Ketika bupati hendak berpamitan dengan Imun, tanpa disengaja dari jarak yang tidak begitu jauh terlihat seorang laki-laki tua sedang bersusah payah sambil terpincang-pincang mendorong gerobak reotnya. 

Melihat lelaki tua mendorong gerobak usang. Spontan saja, bupati langsung mendekatinya. "Ba'a kaki Apak? lai talok mendorong grobak ko?," (kenapa kaki bapak, sanggup nggak berjalan.Red), tanya bupati seraya membantu bapak yang diketahui bernama Ujang (60). Ujang menatap wajah bupati dan balik bertanya, apak sia (bapk siapa.Red). Ambo anak apak,(saya anak bapak), jawab bupati sambil mengeluarkan uang dari kantong celananya dan menyerahkan kepada Ujang.

Dari ceritanya, ternyata Ujang pernah mengalami kecelakaan saat dia bekerja sebagai pemetik pohon kelapa. Akibat kondisi itu, terpaksa Ujang mengalami patah kaki dan mengalami kepincangan. Walaupun dengan kondisi seperti itu, Ujang tetap semangat mencari nafkah untuk keluarganya, demi menghidupkan kedua anak-anaknya.

Mendengar cerita Ujang, bupati yang dari tadi membawa beras di atas motornya langsung memberikan beras dan sedikit bantuan kepada Ujang. "Pak iko ado seketek bantuan dari Ambo (pak ini ada sekiti bantuan dari saya), mudah-mudahan bisa bermanfaat untuak bapak. Tetap semangat ya pak,” ujar bupati seraya tersenyum.

Pemberian bantuan sebagai bentuk kepedulian Kepala daerah terhadap warganya itu, oleh bupati Irfendi Arbi tidak hanya sampai disitu, sambil ditemani seorang warga Sarilamak, bupati yang tadinya menggunakan motor, berkeliling menemui warganya yang kurang mampu. 

Satu-persatu rumah warga itu di jambangi dan meberikan bantuan kembali kepada warga-warga kurang mampu. Dalam perjalanannya, bupati Irfendi Arbi juga menyempatkan diri bertemu dengan anak-anak dan warga setempat meninjau kondisi warganya.

Wujud kepedulian sosial sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat ditunjukkan bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi. Tekadnya, untuk mengantarkan langsung bantuan beras guna memenuhi kebutuhan makan warganya. Hal itu ia lakukan, guna memberi contoh, sebagai upaya mewujudkan semangat Nawacita Presiden Jokowi: menghadirkan negara ke tengah masyarakat.

Kepada tabloidbijak.com, bupati mengatakan, terpanggilnya nurani untuk menengok warga miskin dan warga kurang mampu bertanda kepedulian kepada warga miskin. Kesempatan untuk itu langsung bertemu dengan warga miskin, memang agak jarang, karena banyaknya pekerjaan yang harus diselasaikan. 

Meskipun demikian, dua hari menjelang hari lebaran dan hingga kini, dirinya sengaja menggunakan sepeda motor dalam mengantarkan bantuan kerumah warga kurang mampu.  "Kondisi jalan waktu itu dan saat ini masih sangat padat dari pemudik. Mankanya kita gunakan sepeda motor agar tidak terjebak macet untuk mengantarkan bantuan kerumah warga, "sebut bupati.

“Yang jelas, setiap ada kesempatan disela-sela pekerjaannya, dirinya pasti akan menyempatkan diri untuk meninjau dan bertemu langsung dengan warganya, terutama bagi warganya yang saat ini masih dalam kesusuhan. "ini sudah kewajiban dan tangung jawab saya sebagai pemerintah daerah,"paparnya. (Nura)